Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Danny Blind Bukan Pelatih yang Dibutuhkan Oranje

leave a comment »

Gagasan melahirkan inovasi. Di laga debutnya melawan Islandia yang bermain pasif, rencana Danny Blind berantakan ketika Arjen Robben ditimpa cedera. Saat Bruno Martins Indi diberi kartu merah, Blind menarik keluar Klaas-Jan Huntelaar dan memainkan Jeffrey Bruma.

Kekacauan berlanjut. Belanda bermain satu dimensi, datar, dan dilipat Turki tiga gol tanpa balas. Meski menang lawan Kazakhstan, Belanda dipastikan gagal berpartisipasi di Euro 2016 setelah dikalahkan Ceko di kandang sendiri. Butuh sampai babak pertama hampir selesai barulah Blind melakukan perbaikan taktik. Wesley Sneijder dimainkan lebih ke dalam supaya aliran bola terjaga.

Minggu lalu, Blind mengatakan Memphis Depay tidak dipanggil. Alasannya? “Di sepakbola level top Anda harus bekerja sama dalam tim. Dia tidak selalu melakukannya.” Memang sempat tersirat pula dalam konferensi pers kalau Memphis tidak dipanggil karena mengalami cedera, tapi media massa langsung melahap dan membingkai berita itu dengan membenarkan anggapan bahwa “Memphis pemain yang individualis”.

Akhir pekan lalu, Memphis masuk daftar skuat Belanda untuk uji coba melawan Wales dan Jerman. Blind berubah pikiran? Berikut penjelasan Blind dalam konferensi pers, Senin kemarin.

“Saya punya kesempatan menyaksikannya langsung saat ini, kalau tidak saya harus menunggu sampai Maret. Apalagi Arjen Robben akan kembali ke Bayern setelah melawan Wales. Itu kenapa saya memanggil Memphis meski jarang bermain di Manchester United.”

Blind pelatih yang membingungkan. Pendapat-pendapatnya kerap bertolak belakang. Muncul pula kesan standar ganda, terutama dengan keputusannya mencoret Robin van Persie.

Minggu lalu, dia mengatakan, “Sejak pindah ke Turki, Van Persie tidak pernah menemukan ritmenya lagi. Saya rasa dia tajam dan tidak segar.”

Kemudian Blind mengukuhkan lagi pendapatnya pekan ini, “Dia harus siap bermain 90 menit untuk Oranje. Dia tidak bisa bermain penuh karena kondisi fisiknya. Kalau dia mampu, saya akan memanggilnya lagi ke Oranje.”

Keputusan teknis sepenuhnya berada di tangan pelatih. Tapi, pelatih juga bertugas memberikan pemahaman supaya fans, pemain, dan media mengerti tentang tujuan dan cara sang pelatih mencapai tujuan itu. Adakah Blind memiliki gagasan di balik semua keputusannya?

Terlalu banyak pertanyaan untuk semua keputusan teknis yang dilakukan Blind. Jika Van Persie tidak 100 persen fit, kenapa dia tetap memanggil Robben yang juga hanya bisa bermain dalam satu pertandingan? Itupun belum tentu Robben bermain penuh melawan Wales.

Lalu, mengetahui kondisi Van Persie tidak 100 persen fit sejak musim panas, Blind toh tetap memanggilnya untuk empat laga sisa kualifikasi Euro. Mengetahui perangai Memphis yang “tidak selalu bekerja sama di dalam tim”, Blind toh tetap memanggilnya.

Blind tidak punya gagasan tentang kepelatihan maupun manajemen, selama Belanda dilatihnya jangan lah berharap inovasi atau perbaikan.

Written by hawe11

November 10, 2015 at 1:35 pm