Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Archive for the ‘versihawe’ Category

#versihawe: 10 Film Paling Menarik 2012

with one comment

Biasanya selain membikin segala macam resolusi saat pergantian tahun seperti ini, orang-orang menyusun daftar “serba-sepuluh hal terbaik” selama setahun yang sudah lewat. Tidak terkecuali saya. Kawan saya di Twitter bilang saya selalu menyusun daftar film-film “terbaik” setiap tahun. Ucapan itu menyentil saya yang sudah sekian lama tidak lagi menulis kilasan-kilasan film dalam blog ini. Momen tahun baru 2013 rasanya tepat buat saya untuk menghimpun sepuluh judul film yang paling menarik sepanjang 2012.

Tentu, daftar ini bersikap subyektif. Wajar kalau perbedaan pendapat tidak dapat dihindarkan. Selain itu, sulit menyebut daftar ini sebagai yang “terbaik” karena faktanya tidak semua film yang rilis pada 2012 bisa saya tonton. Kesulitan lain adalah banyak judul menarik justru baru rilis pada pertengahan hingga akhir Desember dengan alasan klasik untuk masuk daftar nominasi penghargaan bergengsi macam Academy Award maupun Golden Globe. Jadi, saya menyusun daftar ini berdasarkan film-film yang sudah saya tonton. Tidak mungkin saya menilai menarik tidaknya film kalau belum menontonnya, bukan? Untuk itu, di bagian akhir tulisan saya akan sertakan sejumlah judul film yang belum sempat saya tonton dan membikin saya penasaran untuk disimak.

Baiklah. Mari langsung menyimak sepuluh judul film paling menarik sepanjang 2012:

The Grey
Dimulai dari sebuah film survival yang sangat macho. Nyaris tidak ada pemeran wanita dalam film ini. Liam Neeson berperan sebagai John Ottway, seorang pemburu serigala yang mulai kehilangan harapan tetapi secara ironis harus bangkit berjuang menyelamatkan hidup dari kejaran kawanan serigala setelah mengalami kecelakaan pesawat. Premisnya sederhana dan dengan segala cara Ottway harus bertahan hidup hingga detik terakhir.

Life Of Pi
Saya memasukkan judul ini meski sebenarnya tidak terlalu suka dengan gaya penceritaannya yang agak bernada menceramah. Tapi tidak bisa dimungkiri kalau film ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Ang Lee sebagai sutradara. Naskah berasal dari novel garapan Yann Martel dan dianggap sulit difilmkan sehingga ditolak sejumlah sutradara. Di tangan Ang Lee, naskah sulit itu digubah menjadi sajian sinematografi yang cantik, akting yang luar biasa, dan menunjukkan penanganan sutradara kelas mumpuni.

The Dark Knight Rises
Yep, tidak bisa tidak judul ini pun harus disebut dalam daftar. Penutup yang gemilang bagi trilogi Batman garapan Christopher Nolan. Kali ini Si Ksatria Kelam menghadapi teroris Bane yang menciptakan ketakutan dengan mengancam akan meluncurkan nuklir di Gotham City. Dibantu Catwoman dan seorang polisi muda John Blake, Batman mengatasi ancaman tersebut. Secara jitu pula Nolan memberikan porsi penting karakter Alfred Pennyworth dan Komisaris Gordon bagi seorang Bruce Wayne dan alter ego-nya.

Real Steel
Menyaksikan film ini selayaknya membuktikan kemanjuran formula Holywood klasik. Real Steel bukan film pertama yang menceritakan tentang hubungan antara ayah dan anak laki-lakinya. Sylvester Stallone pernah beberapa kali mencoba ramuan serupa dan sukses. Real Steel menjadi semacam kombinasi dua film klasik Stallone, Rocky dan Over The Top, dengan tambahan sentuhan modern dan cerita yang lebih ringan sehingga dapat diterima sebagai sebuah film keluarga. Film bagus yang tetap menarik disimak berulang-ulang.

The Raid
Judul yang membikin bangga pecinta film Indonesia untuk tahun ini. Meski sebenarnya saya berharap lebih setelah menyaksikan Merantau, The Raid merupakan peningkatan pencapaian di dalam maupun luar layar. Kini nama Gareth Evans menjadi jaminan sukses untuk film-film nasional bergenre action yang berkualitas, serta tentu saja menginspirasi pembuat film lain untuk banyak memproduksi film bergenre serupa.

5cm
Rizal Mantovani masih punya sentuhan magisnya. Memang ada kritik yang bilang film ini berkisah tentang eskapisme dari suasana hedonis Jakarta ditambah dengan bumbu cerita cinta dan nasionalisme. Apapun, ramuan itu berhasil dan diterima penonton Indonesia. Permainan ensemble characters yang seimbang dan saling mengisi selalu menjadi kekuatan Rizal. Semoga film ini menjadi titik terang bagi sang sutradara untuk menanggalkan genre horor-modern dan melodrama cheesy yang belakangan menghiasi resumenya.

21 Jump Street
Karya remake yang berhasil tahun ini. Tapi harus saya tambahkan, saya tidak pernah mengikuti serial televisinya yang pernah tayang di stasiun tv swasta nasional awal 1990-an. Channing Tatum makin menunjukkan niat keluar dari zona nyaman sebagai poster boy. Kian lengkap dengan tendangan banyolan Jonah Hill yang mengena. Kalau itu belum cukup, penampilan Johnny Depp sebagai cameo dijamin akan mengejutkan.

The Five-Year Engagement
Ini judul andalan saya kalau ditanya genre rom-com paling menarik tahun ini. Premisnya segar: sepasang kekasih yang bersiap untuk menikah tetapi terpaksa menunda karena situasi berjalan di luar rencana mereka. Sedikit dragging di bagian second act dan orang sudah bisa menebak ending film dengan genre seperti ini. Namun, kreativitas skrip dan pemilihan tema The Five-Year Engagement terasa lebih menonjol dibandingkan film-film bergenre sejenis.

Wreck-It Ralph
Film animasi terbaik tahun ini. Cerita khas Disney yang menggugah dengan karakter utama yang melawan formula tradisional mereka. Karakter utama pria, Ralph, adalah seorang villain yang ingin menjadi tokoh baik hati; sedangkan karakter utama wanita, Vanellope von Schweetz, [spoiler alert!] seorang putri yang terbuang dan kemudian memilih tetap menjadi karakter yang membumi. Ditambah lagi setting cerita dunia video game yang warna-warni, diimbuhi pula lagu-lagu pengiring yang sama cerianya, dan “cameo” sejumlah karakter video game terkenal. Wreck-It Ralph adalah kebahagiaan dalam versi 8-bit.

Moonrise Kingdom
Jika saya mengira bisa mengukur pencapaian Wes Anderson dengan Fantastic Mr Fox, rupanya saya salah. Pencapaian itu terus berkembang lebih baik lagi dalam Moonrise Kingdom. Film bercerita tentang cinta pertama yang jujur dan naif, dan tentang keberanian melewati segalanya untuk sesuatu yang kamu pilih. Permainan warna monokrom tetap dipertahankan Anderson dalam film ini, begitu pula dengan karakter seorang anak yang salah dipahami oleh keluarganya. Anderson tidak pernah gagal menyampaikan pesan tentang makna keluarga, perasaan diterima dan menerima, serta permainan komedi yang canggung tapi menggelitik. Pendeknya, Moonrise Kingdom adalah judul paling menarik yang saya temukan tahun ini.

Daftar tunggu judul-judul lain yang menarik disimak:
Headhunters. The Master. Argo. Cloud Atlas. Lincoln. Hitchcock. This Is 40. Django Unchained. Les Miserables. Shame. Rust And Bone. The Perks of Being A Wallflower.