Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Kevin Strootman, Kemunculan “Nomor 4” Yang Baru

with one comment

Kevin Strootman, Andalan Baru Oranje

Kevin Strootman, Andalan Baru Oranje

Kevin Strootman harus menahan diri setelah musim panas 2010 berlalu. Musim penuh pertamanya bersama tim senior Sparta Rotterdam di Eredivisie Belanda berbuah hasil degradasi ke Eerstedivisie. Ketika dua sekondannya, Nick Viergever dan Erik Falkenburg, memastikan diri bertahan di Eredivisie dengan pindah ke Eredivisie, tidak ada klub yang berani menyanggupi permintaan banderol Strootman. Padahal, FC Twente dikabarkan paling berminat merekrutnya.

Kilas cepat setahun berselang. Hidung Strootman mengucurkan darah setelah tanpa sengaja disikut Mark van Bommel di stadion Olimpiade Helsinki, Finlandia. Usai mendapat perawatan kilat, Strootman kembali ke lapangan dan melihat celah terbuka di sisi kiri pertahanan tuan rumah. Sambil menahan rasa sakit di hidungnya, Strootman berlari lurus menyambut umpan jauh Wesley Sneijder. Tanpa menunggu bola jatuh, kaki kiri Strootman langsung menyambar bola sehingga melesak ke dalam gawang Lucas Hradecky.

Itu gol pertama Strootman untuk timnas Belanda dalam enam penampilan. Tidak banyak yang menyangka pemain yang berkiprah di Eerstedivisie bersama Sparta ini kemudian bisa tampil berseragam oranye dalam waktu relatif singkat.

Karier Strootman memang sedang melaju di jalur cepat. Pemain kelahiran Ridderkerk, 13 Februari 21 tahun lalu, ini bergabung dengan akademi Sparta pada 2007. Dengan cepat Strootman meraih kepercayaan pelatih Foeke Booy yang menyertakannya ke dalam skuad senior, Januari tahun berikutnya. Musim 2009/10, Strootman langsung menjadi andalan Sparta dengan posisi sebagai gelandang serang. Sayangnya, Sparta terhempas degradasi.

Guna mengobati kekecewaan Strootman yang kecewa, pelatih Jan Everse memberinya jabatan kapten tim. Itu tidak menghentikan niat Strootman kembali ke kompetisi level atas saat tawaran FC Utrecht datang di musim dingin. Januari 2011, Utrecht pun setuju menggaet Strootman dengan biaya transfer sebesar €700 ribu.

Hanya dalam hitungan pekan bergabung, Strootman langsung tampil gemilang saat mengantarkan Utrecht melibas Ajax Amsterdam 3-0. Penampilan itu tak lepas dari pantauan Bert van Marwijk yang kemudian memanggilnya masuk timnas Belanda untuk laga ujicoba menghadapi Austria, Februari. Debut Strootman pun ditandai dalam pertandingan tersebut saat menggantikan Theo Janssen.

Sejak itu pula Strootman menjadi bagian dari skuad Oranje, termasuk ketika tur ke Brasil dan Uruguay pada Juni serta kualifikasi Euro 2012 menghadapi San Marino dan Finlandia. Penampilan Strootman melegakan publik Belanda karena mereka mendapatkan gelandang baru yang dapat diandalkan di masa depan.

“Penampilannya tidak terlalu konservatif, tidak pula terlalu ofensif. Paduan antara Nigel de Jong dan Rafael van der Vaart,” puji Van Marwijk usai pertandingan melawan San Marino.

Van Marwijk memang salah satu pengagum Strootman. Pemain kidal itu dianggap memiliki kelebihan dalam membaca ruang, membagi bola, mempertahankan penguasaan bola, dan merebut kembali bola saat kehilangan. Bagi Van Marwijk, aset terbesar yang dimiliki Strootman adalah visinya.

Keterampilan Strootman sebagai gelandang “box-to-box” membuatnya digelari penerus tongkat estafer Van Bommel di timnas. Bahkan sebenarnya Strootman bisa jauh lebih baik berkat kelebihannya membaca permainan.

Dalam buku strategi total football yang diwarisi Belanda sejak era Rinus Michels, dikenal posisi pemain “nomor 4”. Keistimewaan posisi ini adalah memiliki kebebasan dalam mengambil posisi serta menjadi titik awal dibangunnya serangan dari lini belakang. Posisi ini kemudian mengalami pengembangan dari masa ke masa, mulai dari penggunaan formasi tiga bek hingga empat bek, tetapi fungsinya sebagai pemain kreatif di lini belakang tidak berubah.

Arie Haan, Ruud Krol, Ronald Koeman, Frank Rijkaard, dan Frank de Boer merupakan sedikit dari pemain yang bisa menjalankan peran tersebut. Ketika Belanda mengalami krisis bek pasca-pensiunnya De Boer dan Jaap Stam, tidak ada lagi pemain dengan tipe serupa sehingga pernah muncul ide memainkan Van Bommel di posisi “nomor 4”. Sneijder bahkan pernah mengemban tugas tersebut ketika Marco van Basten memulai debutnya sebagai pelatih Belanda dengan mengalahkan Ceko 2-0 di kualifikasi Piala Dunia 2006.

Jika tidak ada urgensi memainkan Strootman di lini pertahanan, kehadirannya di lini tengah sudah cukup memberikan kedalaman materi bagi skuad Oranje.

Jalur cepat berikutnya yang dijajaki Strootman adalah dengan pindah ke PSV Eindhoven pada bursa transfer musim panas lalu. Utrecht melakukan bisnis yang menguntungkan dengan menerima tak kurang dari €4 juta dengan melepas Strootman ke PSV — satu paket bersama sayap Dries Mertens. Di PSV, Strootman langsung dipercaya menempati posisi sebagai gelandang. Kehadirannya menyingkirkan Orlando Engelaar, yang kini dimainkan sebagai bek tengah, dan Otman Bakkal, yang dipinjamkan ke Feyenoord Rotterdam.

Strootman berjanji tidak akan berhenti sampai saat ini saja.

“Saya masih bisa melanjutkan perkembangan bersama Utrecht, tapi PSV salah satu klub top Belanda, tempat saya bisa lebih cepat menjadi pemain yang lebih baik,” ujar Strootman.

“Ini langkah paling logis. Ada beberapa jenjang untuk meraih sukses dengan cepat, tapi saya tidak memikirkannya. Saya berharap mengerahkan kemampuan terbaik setiap hari dan lihat saja ke mana arahnya nanti.”

Tujuan berikutnya, jelas saja, Euro tahun depan di Polandia dan Ukraina bersama Oranje.

Iklan

Written by hawe11

September 11, 2011 at 8:44 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with , , ,