Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Ketika Richard Curtis Berfilosofi

leave a comment »

About Time. Film ini digarap sutradara merangkap penulis yang sama dengan Love, Actually dan The Boat That Rocked serta otak di balik Four Weddings And A Funeral, Notting Hill, dan Bridget Jones Diary. Jelas saja ekspektasi penonton berharap menonton About Time dapat memberikan mereka sensasi yang sama seperti judul-judul tersebut: komedi romantis yang jenaka, karakter ensembel yang kompak, sentuhan musik yang mengena. Semuanya diberikan Richard Curtis meski dalam film besutan ketiganya ini Richard Curtis tampil lebih filosofis.

Apa yang bakal Anda lakukan jika dikarunai kemampuan menjelajah waktu? Pertanyaan ini tak jarang menjadi premis dasar berbagai film fiksi ilmiah yang mengasyikkan. Formula itu pula yang hendak dicoba Curtis dalam About Time. Tepat di usia yang ke-21, Tim, karakter utama film yang diperankan Domnhall Gleeson, diberitahu ayahnya (Bill Nighy) kalau keturunan anak laki-laki di keluarga mereka dapat kembali ke masa lalu.

Tim kemudian memanfaatkan bakat barunya itu untuk mendapatkan apa yang diidam-idamkannya: mencari pacar. Setelah mencoba dan belajar dari kesalahan, Tim mampu memikat hati Mary (Rachel McAdams) dan mengajaknya menikah. Hingga separuh film ekspektasi Anda menyaksikan kejenakaan ala Curtis terpenuhi.

Separuh kedua film terasa lebih berbobot. Kepribadian Curtis yang muda serta riang gembira berganti seiring perkembangan karakter Tim yang sudah berkeluarga. About Time memasuki fase Curtis yang penuh perenungan. Premis film sedikit bergeser. Apa saja yang bisa Anda lakukan dengan kemampuan mengubah masa lalu dan apa saja yang tidak bisa?

Dengan semua kemampuan super yang dimilikinya, Tim tidak bisa mengubah keadaan sekehendak hati. Saat mencoba menolong adiknya (Kit Kat, diperankan Lydia Wilson) dari masalah pribadi, Tim ternyata harus mengubah jalur hidup yang berdampak pada keluarganya. Perubahan menimbulkan konsekuensi. Begitu pula ketika sang ayah menghadapi hari-hari terakhirnya.

Curtis mengakui, About Time kemungkinan menjadi karya terakhirnya sebagai sutradara. Naskah film ini sudah bertahun-tahun dipersiapkannya dan baru pada tahun ini dapat diselesaikan ke layar lebar. Seiring sela waktu tersebut, cerita film dimatangkan dengan pengalaman pribadi Curtis yang terus bergulat dengan kehidupan.

“Saat memulai karier sebagai penulis skenario,” kisah Curtis kepada Empire, “saya sangat tertarik pada periode yang sedang saya alami, yaitu menjadi lajang dan mencoba mencari kekasih. Sekarang saya bertambah tua, hidup saya dipenuhi banyak urusan serius seperti keadaan orangtua saya, bagaimana kabar adik kakak saya, bagaimana anak-anak saya. About Time mencerminkannya semua.”

Tidak perlu menggelar perdebatan ilmiah tentang metode perjalanan waktu serta sinkronisasi masa hidup di dalam About Time. Perbincangan tentang film mungkin lebih baik membahas tentang bagaimana Domnhall Gleeson, pemeran Bill Weasley dalam dua seri terakhir Harry Potter, menjajaki karier sebagai pemeran utama. Atau tentang pantas tidaknya Bill Nighy dimajukan menjadi salah satu nominator penghargaan film bergengsi. Karakter ayah, tetap dibiarkan tak bernama, yang diperankan Nighy berhasil mencuri perhatian. Bertolak belakang dengan karakter ayah yang dimainkannya di The Boat That Rocked, karakter ayah yang dimainkan Nighy di About Time mengalami pendewasaan. Ayah Tim di About Time mampu menggerakkan film serta menjadi medium pesan kepada penonton.

Pada sebuah adegan yang tidak menampilkan audio, sang ayah membeberkan rahasia kebahagiaan hidup kepada Tim. Penonton sengaja dibiarkan memahami resep itu sendiri-sendiri, meski kemudian narasi Tim secara tidak langsung memaparkannya. Keabadian yang didamba manusia justru ditemukan melalui kefanaan. Kemudian “Gold In Them Hills” dari Ron Sexsmith pun dengan pas berhasil menutup film.

Simpulan: Bukan komedi romantis khas Richard Curtis, tapi bakal membuat penonton terpaku di depan layar hingga akhir film lengkap dengan tawa, haru, serta perenungan.

Rating: 4/5

 

Iklan

Written by hawe11

Oktober 29, 2013 pada 1:28 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: