Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Awas Serangan Zombie!

with 2 comments

World War Z

Wabah monster zombie menguasai dunia.

Dua belas detik. Itulah waktu yang tersisa buat Anda sebelum tertular virus misterius nan mematikan. Serangan virus itu mematikan kerja otak Anda. Virus kemudian mengambil alih tubuh Anda, menjadikannya inang, dan mengincar tubuh lain guna berkembang biak. Bagi yang masih selamat (dan berupaya menyelamatkan diri), mereka memanggil Anda: zombie.

Kepada Gerry Lane, agen Mossad bernama Jurgen Warmbrunn mengatakan, “Kebanyakan orang tidak mempercayai sesuatu dapat terjadi sampai sesuatu itu benar-benar terjadi.”

“Itu bukan kebodohan atau kelemahan, tapi memang tabiat manusia belaka,” senyum Warmbrunn kepada agen PBB yang jauh-jauh mendatanginya ke Israel guna mencari penangkal wabah zombie yang menyerang dunia.

Selayaknya epidemi, serangan zombie menguasai kota-kota besar dunia. Banyak kota jatuh ke tangan kerumunan mayat hidup yang bergerak liar, agresif, dan tertarik pada bunyi-bunyian. Gerry Lane sebenarnya sudah tidak lagi bertugas di PBB, tetapi dihubungi koleganya yang kini menjabat sebagai Wakil Sekjen, Thierry Umutoni. Lane diminta untuk membantu seorang ahli virologi bernama Andrew Fassbach mencari serum yang dapat menangkal wabah zombie.

Misi mereka dimulai dengan mencari “Pasien Nol” ke Korea Selatan. Penemuan “Pasien Nol” sangat berarti untuk menciptakan serum yang berisi antibodi guna memberikan kekebalan kepada tubuh atas serangan virus. Misi pencarian itu pula yang kemudian membawa Lane ke Israel dan Wales.

Cerita ini merupakan sinopsis film World War Z garapan Marc Forster yang diproduseri sekaligus dibintangi Brad Pitt. Film berdasarkan novel karangan Max Brooks, penulis cerita horor yang memulai debut penulisan dengan menerbitkan “The Zombie Survival Guide”. Ada sebagian kalangan yang meyakini wabah zombie bukan semata-mata kisah fiksi melainkan skenario malapetaka yang sewaktu-waktu dapat terjadi di dunia nyata. Begitu pula dengan Brooks.

Novel orisinal film ini berjudul “World War Z: An Oral History of the Zombie War” yang berisi rekaman wawancara seorang agen khusus PBB tentang wabah zombie di berbagai tempat di dunia. Penelusuran membawanya ke tempat serangan pertama zombie di Cina, bagaimana Israel menjadi negara pertama yang meyakini adanya serangan zombie sekaligus mempertahankan diri, bagaimana Afrika Selatan menerapkan program segregasi hasil pikiran seorang fanatik untuk bertahan, dan lain-lain. Sewajarnya ditemukan dalam banyak karya adaptasi lain, tidak selalu kisah itu dipertahankan dalam penuturan di layar lebar.

World War Z versi film memberikan tokoh utama dalam cerita sebuah latar belakang: pria berkeluarga dengan dua orang putri. Tidak banyak dikisahkan tentang pekerjaan Gerry Lane, kecuali dia pernah terlibat dalam banyak misi penyelamatan PBB, seperti misalnya saat perang saudara Liberia berkecamuk. Mendadak, di suatu pagi yang rutin Lane harus menyelamatkan keluarganya dari Philadelphia yang berubah luluh lantak akibat serangan zombie.

Sejak George Romero memperkenalkan demam zombie melalui multilogi “the Dead”, banyak pendekatan yang dilakukan sineas dalam mengangkat kisah si mayat hidup ke layar lebar. Beberapa di antaranya adalah: 28 Days Later yang berkisah tentang sintasan (survival) di tengah kiamat; logi-logi Resident Evil yang beraroma full-action dan diangkat dari gim permainan populer; paduan komedi dan “bromance” ala Edgar Wright melalui Shaun of the Dead; dan belakangan Warm Bodies yang mencoba formula ala Twilight, yaitu roman picisan remaja.

Genre yang ditawarkan George Romero kerap memancing nalar dengan menawarkan teori psiko-sosiologi tentang tabiat asli manusia. Dengan kerap menggunakan setting karakter utamanya terjebak di sebuah kota kecil, Romero dapat mengubah keterbatasan lokasi itu menjadi suasana mencekam dengan skala yang lebih luas. Romero juga gemar memasukkan konteks sosial ke dalam film-filmnya, seperti otokritik dalam Diary of the Dead tentang masyarakat modern yang kian larut dalam kondisi hiper-realitas yang diciptakan televisi. Atau tentang bagaimana manusia yang berubah menjadi monster itu sendiri dalam Day of the Dead dan bagian ending Night of the Living Dead.

Ekspektasi saya, World War Z hendaknya diarahkan mencapai level tersebut, tetapi lebih banyak terjebak berkisah tentang penyintasan Gerry Lane di tengah-tengah kiamat zombie. Skala kiamat dalam film juga tidak seglobal novel aslinya (mau tidak mau harus dibandingkan) karena pilihan lokasi setting yang terbatas. Sedikit-sedikit film menyinggung isu sosial politik, seperti bagaimana Korea Utara berhasil selamat dari wabah (dengan sebuah kelakar yang rasanya terlalu gelap ditangkap penonton kita); atau bagaimana tembok yang dibangun Israel menyelamatkan mereka meski ironisnya jebol justru akibat perdamaian antarkelompok yang terbangun di dalam tembok. Tapi, tetap saja porsi itu terlalu sedikit.

Separuh akhir durasi film malah menjebak penonton dalam plot menegangkan (suspense). Gerry Lane tampil terlalu “individualis” sehingga rasanya butuh satu atau banyak karakter lain untuk mengimbangi bobot peran sekaligus memperbesar jangkauan cerita. Seharusnya penonton keluar dari bioskop dengan firasat bahwa serangan zombie dapat benar-benar terjadi di dunia nyata, alih-alih tertawa melepas ketegangan menonton mimik wajah mayat hidup saat ingin menerkam tokoh utama. Di film ini Zombie menjelma tidak lebih dari sekadar monster yang melancarkan teror secara fisik. Pada titik ini, zombie dalam World War Z malah menerobos porsi yang biasanya dilakukan karakter seperti Jason Voorhees dan Michael Myers di film-film horor nan menegangkan untuk remaja.

Setelah menyaksikan film ini, apakah Anda menjadi yakin kalau serangan zombie sewaktu-waktu dapat terjadi?

Rating: 2/5

Iklan

Written by hawe11

Juni 26, 2013 pada 12:03 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. 2/5 ? kurang ok duong. nunggu DVDnya aja deh. hehee

    alief001

    Juni 26, 2013 at 3:03 pm

  2. gua juga masih mempersiapkan diri, dari serangan zombie. gua juga percaya ama kiamat zombie atau disebut juga zombie apocalypse. malah gua bikin blog dari wordpress juga secretofzombie.wordpress.com

    gilbert bernand

    Juli 7, 2014 at 4:11 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: