Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Eintracht Braunschweig Berjuang Melawan Lupa

leave a comment »

Paul Breitner dengan seragam Braunschweig

Klub bersejarah, pemain bersejarah, dan jersey bersejarah.

Bundesliga Jerman musim mendatang dipastikan akan diikuti oleh satu nama bersejarah, Eintracht Braunschweig.

Suka cita menyelimuti stadion Audi-Sportpark, Jumat (26/4) malam. Sebanyak 2500 fans tandang beratribut kuning dan biru bersorak gembira ketika tendangan bebas Damir Vrancic bersarang masuk di dalam gawang tuan rumah FC Ingolstadt pada menit kedua tambahan waktu babak kedua. Itu satu-satunya gol dalam pertandingan. Selain memberikan angka penuh, gol itu juga memberikan Braunschweig tiket promosi ke divisi teratas Bundesliga.

Kesempatan promosi ke Bundesliga 1 sudah ditunggu-tunggu fans Braunschweig sejak terhempas dari level tersebut, 28 tahun silam. Braunschweig merupakan salah satu klub tertua di Jerman. Konon tonggak awal sepakbola Jerman dimulai dari kota di kawasan Saxony Hilir ini ketika diperkenalkan oleh seorang guru bernama Konrad Koch yang kemudian menulis buku peraturan sepakbola dalam bahasa Jerman. Setelah berdiri pada 1895, Braunschweig turut membidani kelahiran asosiasi sepakbola Jerman serta kemudian pembentukan Bundesliga.

Selain pernah menjuarai Bundesliga pada 1967, Braunschweig juga menjadi pionir klub dengan jersey bersponsor pada awal 1970-an. Saat itu DFB melarang pencantuman nama sponsor di dalam jersey, tetapi manajemen Braunschweig tak kekurangan akal dengan memasang logo sponsor mereka, Jagermeister, di logo klub. Lambat laun sponsorship di jersey klub dapat diterima sehingga meluas seperti yang dikenal sepakbola modern saat ini. Begitu melegendanya Braunschweig di Jerman sehingga pada 2009 sebuah film berjudul “66/67: Fairplay War Gestern” pernah mengangkat kehidupan hooligan Braunschweig pada musim mereka menjadi juara liga.

Braunschweig terkenal sebagai kota budaya dengan institut sains nomor satu di Jerman. Bahkan predikat inilah yang mendorong Braunschweig mendorong kerja sama Sister City dengan sebuah kota di Indonesia bernama Bandung sejak 1960. Monumen Sister City dengan Braunschweig hingga kini dapat ditemukan di pertigaan Wastukancana di Bandung. Kini, tak hanya dengan kekayaan sejarah dan intelektual, tetapi masyarakat generasi kiwari juga akan lebih mengenal sepakbola dari Braunschweig.

Sehari setelah kepastian promosi akhir pekan lalu, media massa Jerman turut merayakan keberhasilan Braunschweig. Die Hannoversche Allgemeine Zeitung menulis kutipan menarik, “Para orangtua yang baru memiliki bayi saat Abstiegstag, kini sudah menjadi kakek-kakek.” Abstiegstag secara harfiah bermakna “hari degradasi” dan merujuk pada kemalangan yang dialami Braunschweig musim 1984/85 ketika terdegradasi dari Bundesliga 1.

Saat terpuruk, Braunschweig seperti tak pernah lagi mampu kembali ke level semula. Nama mereka mulai dilupakan sejarah. Braunschweig terhempas ke Liga 3 (setara divisi dua) dan bahkan nyaris terperosok ke jurang yang lebih dalam lagi. Dilanda krisis finansial dan sepakbola, Braunschweig terselamatkan kemenangan VfB Lubeck atas Rot-Weiss Essen pada pekan terakhir Bundesliga 3 2007/08 sehingga tidak harus berkiprah di Regionalliga musim berikutnya.

Pelatih Torsten Lieberknecht baru beberapa pekan bertugas setelah dipromosikan dari tim yunior saat itu. Posisinya tak tergantikan hingga kemudian memperoleh promosi ke Bundesliga 2 musim 2010/11, menghuni papan tengah musim 2011/12, dan kemudian secara spektakuler berhasil promosi ke Bundesliga 1 musim ini.

“Sebuah impian besar telah terwujud untuk kami dan seluruh warga Braunschweig. Hari yang menakjubkan,” cetus Lieberknecht merayakan keberhasilan.

Sajian hiburan sepakbola kelas atas dengan hadirnya tim-tim tangguh asuhan Pep Guardiola dan Jurgen Klopp di stadion Eintracht sudah terbayang musim depan. Belum lagi menghitung nuansa persaingan derby Saxony Hilir dengan rival abadi mereka, Hannover 96, serta klub tetangga lain yang hanya berjarak 30 kilometer jauhnya, Vfl Wolfsburg. Bahkan Si Singa sudah bersiap menyambut atmosfir persaingan Bundesliga 1 sejak jauh-jauh hari, yaitu ketika mereka dipastikan bertahan di Liga 3, lima tahun silam.

Ketika selamat dari ancaman bermain di Regionalliga, dewan kota melakukan pemungutan suara untuk menentukan kelayakan investasi sebesar €14,5 juta guna membenahi stadion Eintracht. Sebanyak 60 persen warga menyetujui rencana itu sehingga kapasitas stadion ditingkatkan menjadi 25 ribu. Hingga kini stadion ini terus direnovasi dengan pembenahan tribun seperti fasilitas boks eksekutif untuk siap digunakan ketika pekan pertama Bundesliga musim depan dimulai.

Tak hanya infrastruktur. Braunschweig sejak awal tahun ini sudah melindungi masa depan mereka dengan memberikan para pemain andalan perpanjangan kontrak, termasuk mesin gol Dominick Kumbela yang sudah mengemas 19 gol di Bundesliga 2 musim ini. Untuk memperkuat tim manajemen akan membekali tim dengan anggaran belanja sebesar €37 juta. Selain itu, fokus pengembangan pemain muda juga diperhatikan dengan menjadikan model akademi SC Freiburg dan FSV Mainz sebagai acuan. Bukanlah sebuah kebetulan kalau musim ini tim yunior Braunschweig juga sedang berjuang menembus Bundesliga U-19. Tim kedua Braunschweig pun juga bercokol di pucuk klasemen Oberliga, setara divisi empat, wilayah Niedersachsen.

Musim depan boleh menunggu karena hari ini hanya pesta yang ingin dirayakan fans Si Singa. Sebanyak 11 ribu pendukung telah menyambut kedatangan skuat yang baru pulang bertandang dari Ingolstadt. Kemudian, Senin (29/4) ini, perayaan akan makin meriah karena dewan kota berpopulasi tak lebih dari 300 ribu jiwa itu siap menggelar pesta di Schlossplatz.

Mudah-mudahan saja takkan ada lagi generasi fans yang terputus di kota abadi ini.

*Tulisan terbit untuk GOAL.com Indonesia, Senin, 29 April 2013.

Iklan

Written by hawe11

April 30, 2013 pada 12:10 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: