Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Yann Sommer, Kiper Masa Depan Swiss

leave a comment »

Yann Sommer, kiper andalan Swiss kelak

Yann Sommer, kiper andalan Swiss kelak

Menjelang digelarnya laga perdana Grup A Piala Eropa U-21 2011 antara tuan rumah Denmark dan Swiss, banyak pengamat yang mengatakan akan terjadi duel sengit antara Christian Eriksen dan Xherdan Shaqiri sebagai pemain andalan masing-masing tim. Pertandingan akhirnya ditentukan melalui gol tunggal Shaqiri, tetapi yang pantas dinobatkan sebagai bintang laga adalah kiper sekaligus kapten Swiss, Yann Sommer.

Denmark berhasil mendominasi pertandingan dan menuai sepuluh tembakan ke arah gawang. Sepuluh peluang tersebut mentah di tangan Sommer berkat kombinasi pengambilan posisi dan teknik menghentkan bola yang prima. Hanya sekali sang kiper takluk yaitu ketika tembakan Bille Nielsen tak mampu dijangkaunya ketika babak kedua memasuki tambahan waktu. Beruntung wasit menganulirnya karena Nielsen sudah terperangkap off-side.

Kedua pelatih memuji penampilan Sommer usai pertandingan. Keld Bordinggaard, pelatih Denmark, menganggap penampilan Sommer dan ditambah gol Shaqiri menentukan hasil laga. Sementara, pelatih Swiss Pierluigi Tami memuji Sommer yang “mampu berdiri tegak dan membaca arah semua tembakan lawan”.

Di negaranya, pemain kelahiran Basel 22 tahun lalu itu sudah dianggap sebagai kiper masa depan Nati. Bakat Sommer sebagai penjaga gawang sudah muncul ketika mengenal sepakbola di usia usia delapan tahun dengan bergabung ke FC Herrliberg. Pada hari pertama latihan, Sommer kecil langsung memilih posisi di bawah mistar gawang.

“Mungkin sudah bakatnya demikian. Ayah dan kakek saya juga menjadi penjaga gawang, meski bermain di level amatir,” ujarnya.

Bagi Sommer, posisi penjaga gawang dituntut memiliki tanggung jawab yang lebih. Seperti yang diperlihatkannya saat menghadapi Denmark, kecekatan Sommer menghadang peluang lawan berbuah poin maksimal bagi timnya.

“Seorang kiper tidak perlu harus eksentrik, yang jelas dia punya tanggung jawab khusus sebagai pemain terakhir di lapangan,” tukasnya.

“Banyak contoh kiper, seperti Oliver Kahn yang ekstrovert atau mereka yang pendiam seperti Iker Casillas atau Pepe Reina.”

Idola Sommer adalah Gianluigi Buffon, kiper yang dianggap memiliki kemampuan lengkap saat mengambil posisi dan mementahkan tembakan lawan.

Pada usia 15 tahun, Sommer bergabung dengan FC Basel dan menandatangani kontrak profesionalnya dua tahun kemudian di klub yang sama. Namun, butuh jalan berliku untuk mendapatkan posisi inti di klub kota kelahirannya itu.

Sebagai pemain muda, pada musim 2007/08, Sommer dikirimkan Basel ke FC Vaduz untuk menambah jam terbang. Sommer tampil gemilang membawa Vaduz menembus liga utama Swiss dan bertahan di klub asal Liechtenstein itu semusim lebih lama untuk mengukir 50 penampilan.

Masa pinjaman kedua dialami Sommer bersama Grasshopper pada musim 2009/10. Di klub itu, Sommer kembali menjadi pilihan utama dan tampil 33 kali di liga.

Peminjaman di dua klub berbeda itu dianggap memuaskan. Hasilnya, Juni 2010, Basel menyodorkan lima tahun kontrak untuk Sommer. Status pria yang juga gemar bermain gitar itu di tim senior menjadi pemain pelapis bagi Franco Costanzo. Bahkan Di akhir tahun, Sommer sukses merengkuh Golden Player Award sebagai kiper terbaik pilihan para pemain divisi utama dan dua liga Swiss.

Yakin dengan kemampuan sang kiper muda, Basel tidak memperpanjang kontrak Costanzo, yang segera pindah ke Olympiakos. Musim depan pun menjadi tantangan besar bagi Sommer.

Jika posisi inti di Basel sudah siap dijangkau, Sommer masih menargetkan dipanggil masuk timnas senior.

“Saya masih muda dan butuh waktu. Jelas, timnas menjadi sasaran utama saya. Tapi Diego Benaglio kiper hebat. Swiss beruntung memiliki pemain sepertinya. Peran di timnas adalah sesuatu yang istimewa. Menjadi kiper utama ataupun nomor dua sudah menjadi kebanggaan tersendiri sebagai pesepakbola,” tukasnya.

Melihat semua catatan tersebut, tidak heran Sommer dipercaya menjadi kapten Swiss di Piala Eropa U-21 kali ini. Kini, tinggal fokus yang diperlukan Sommer untuk mengantarkan Swiss menembus Olimpiade London tahun depan.

*tulisan terbit untuk GOAL.com Indonesia, 12 Juni 2011

Iklan

Written by hawe11

Juni 12, 2011 pada 3:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: