Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Tak Hanya Sekadar Godaan Mrs Robinson

with 2 comments

The Graduate

The Graduate

 

Sungguh menakjubkan untuk dapat menyaksikan The Graduate 44 tahun setelah dirilis. Tidak hanya mengakui kemahiran Mike Nichols (Closer, Charlie Wilson’s War) membesut film sepanjang empat dasawarsa lebih, tetapi jalan cerita yang relatif masih dapat diterima hingga kiwari.

Banyak yang mengenang The Graduate dengan line termasyhurnya, “Are you trying to seduce me, Mrs Robinson?”. Bahkan mungkin penggalan dialog tersebut menjadi justifikasi tentang keseluruhan jalan cerita film. Meski sebenarnya dialog tersebut mencerminkan kenaifan karakter utamanya, Benjamin Braddock (Dustin Hoffman), setelah lulus dari college. Dan ketika saya menyangka digiring menyaksikan American Pie versi akhir 1960-an, ternyata saya dicemplungkan lebih dalam.

Memasuki usia 21 tahun, Benjamin tidak tahu apa yang harus dilakukan. Lahir dari keluarga kalangan kelas atas, praktis tidak banyak batu sandungan yang harus dilalui Benjamin untuk meraih apa yang diinginkan. Ketika orangtuanya menggelar pesta kelulusan di rumah, Benjamin sebenarnya hanya perlu bersosialisasi dengan baik untuk menjalin koneksi dengan kolega-kolega orangtuanya dan memilih jalur masa depan karier yang sesuai. Tetapi, kemudahan itu membosankan sampai akhirnya muncul Mrs Robinson (Anne Bancroft), wanita tetangga paruh baya yang “memantik api” dengan Benjamin.

Saking kuatnya, karakter Mrs Robinson ini menyita satu jam pertama durasi film. Kembali kepada kutipan dialog yang saya lontarkan semula, sebenarnya apa yang membuat godaan Mrs Robinson begitu sulit ditolak Benjamin? Godaan ternyata hanya punya andil sekian persen. Persuasi Mrs Robinson, yang lebih berpengalaman dalam hal hubungan personal, sukses memanipulasi kenaifan Benjamin.

Manipulasi itu sudah muncul sejak scene pertama pertemuan dua karakter ini ketika Mrs Robinson meminta diantar pulang Benjamin ke rumahnya sampai misalnya ke sebuah scene ketika Mrs Robinson meminta Benjamin memesan kamar di sebuah hotel.

Sampai pada akhirnya Benjamin sadar, ternyata bukan itu yang dicarinya. Ketika berkenalan dengan Elaine (Katharine Ross), putri keluarga Robinson, Benjamin mendadak menemukan tujuan hidupnya. Hubungan dengan Mrs Robinson pun hanya menjadi bab pertama dalam film ini. Romantika hubungan Benjamin dan Elaine menjadi jalan cerita berikutnya. Hubungan mereka jelas ditentang Mrs Robinson karena selain tidak ingin disaingi anaknya sendiri, sang nyonya khawatir hubungan istimewa dengan sang pemuda terbongkar.

Dalam The Graduate, Mike Nichols menunjukkan kebolehannya dalam menguliti genre drama. Seperti Closer yang muncul 37 tahun kemudian, setiap karakter dalam The Graduate terhubung melalui dialog-dialog yang intim. Blocking pengambilan gambar juga sangat kuat sehingga banyak momen ikonik yang terus dikenang hingga saat ini. Begitupun juga dengan penggunaan beberapa lagu Simon & Garfunkel — terutama “The Sounds of Silence” dan “Mrs Robinson” — yang mampu mewakili semangat film.

The Graduate muncul persis pada periode peralihan generasi di Amerika Serikat. Ketika era Perang Dunia selesai dan seiring dengan meruncingnya perbedaan ideologi antara Blok Barat dan Blok Timur saat itu, muncul generasi muda yang mempertanyakan kehidupan yang harus mereka warisi dari generasi sebelumnya. Itu pula yang selalu menghantui benak Benjamin, apakah ada semacam keinginan bebas mengatur jalan kehidupannya sendiri atau harus menyerahkan keputusan sepenuhnya pada keinginan orangtua?

Dalam sebuah scene, Benjamin dinasihati, “hidup tak selamanya muda, jadi raihlah segalanya”. Ketika dengan sukses Benjamin memenangi cinta Elaine, dia justru menatap nanar. Di tengah rasa kebahagiaan yang membuncah, terselip sebuah pertanyaan yang kemudian muncul di benaknya, “sekarang bagaimana?”.

The Graduate menjadi nominasi film terbaik Academy Award; begitu pula dengan Anne Bancroft, Dustin Hoffman, dan Katharine Ross di kategori masing-masing. Mike Nichols meraih sukses menjadi sutradara terbaik di ajang yang sama. Lebih dari itu, banyak alasan yang menjadikan The Graduate salah satu film klasik yang wajib ditonton para penikmat film. Saya lega sudah menunaikan salah satu kewajiban itu.

*Review The Graduate (Mike Nichols, 1967)

**Gambar dipinjam dari http://www.wikipedia.org

Iklan

Written by hawe11

Maret 15, 2011 pada 9:14 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Baiklah… Rasanya saya juga harus segera menunaikan salah satu kesenangan ini 😀

    Sky

    April 7, 2011 at 10:01 am

  2. […] Resensi menarik dari seorang kawan tentang film lawas yang sangat layak tonton, The Graduate   Sungguh menakjubkan untuk dapat menyaksikan The Graduate 44 tahun setelah dirilis. Tidak hanya mengakui kemahiran Mike Nichols (Closer, Charlie Wilson's War) membesut film sepanjang empat dasawarsa lebih, tetapi jalan cerita yang relatif masih dapat diterima hingga kiwari. Banyak yang mengenang The Graduate dengan line termasyhurnya, "Are you try … Read More […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: