Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Sepatu Futsal Saya

with one comment

Sudah lama saya tidak berolahraga. Sepatu futsal saya sudah berdebu ketika saya mengepaknya sore tadi. Ada agenda futsal dengan teman-teman kuliah yang tidak ingin saya lewatkan. Sudah terlalu lama sejak terakhir saya berolahraga. Benar-benar berolahraga, bukan sekadar jalan kaki ringan yang saya lakukan sebagai obat rasa bersalah. Saya tidak ingat lagi kapan terakhir bermain futsal.

Futsal sudah jadi barang mahal buat saya. Sekarang saya harus meluangkan waktu untuk berolahraga, dalam konteks ini, sepakbola. Ketika kuliah, saya tak perlu meluangkan waktu untuk bermain sepakbola. Otomatis, kalau tidak ada halangan, dengan sendirinya saya akan bermain sepakbola setiap hari.

Pukul 3 sore adalah waktu yang baik untuk bersiap-siap bermain sepakbola. Matahari sudah condong dan tidak terlalu terik. Kalau tidak sedang di kampus sampai sore, biasanya saya sudah bersiap-siap di kos-kosan. Pukul 4, itu waktu yang terbaik untuk sudah berada di lapangan. Matahari pukul 4 adalah matahari sebaik-baiknya untuk berpeluk peluh di atas lapangan. Kalau sudah bermain, terkadang saya lupa waktu. Terkadang teman-teman saya lupa waktu. Ketika orang-orang lain sudah meninggalkan lapangan, kami tetap berada di lapangan untuk melatih tendangan, umpan, apapun yang kami bisa hingga akhirnya kegelapan menghilangkan lapangan dari pandangan.

Mungkin memang sudah seharusnya olahraga itu jadi barang mahal seperti sekarang ini, supaya kami ingat untuk menjaga kesehatan. Oh ya, kesehatan juga barang mahal kan? Semuanya jadi mahal sekarang ini. Sepertinya menjadi dewasa itu memang tidak murah.

Tadi sore, saya bermain lima enam sesi dan setiap sesi berkisar sepuluh menitan. Lumayan. Langsung dua kali sepuluh menit saya habiskan dan begitu keluar lapangan, saya bersin-bersin. Pikiran positif saya bilang, bibit penyakit keluar sudah keluar dari tubuh. Mudah-mudahan…

Jangan bicara penampilan di atas lapangan. Buruk sekali. Sulit mengambil nafas seperti dulu. Saya tidak bisa lagi lari naik turun sesukanya, malah lebih banyak berjalan. Soal insting, ini juga masalahnya. Tiga sampai empat peluang mudah saya dapatkan, tapi gagal berbuah gol. Entah berapa kali saya mencoba melepaskan tembakan, tapi meleset semua. Untunglah jelang akhir, ada tiga gol yang berhasil saya buat. Mungkin teman-teman saya kasihan melihat saya terus berupaya dan berupaya.

Saya lihat sepatu futsal saya. Ternyata kondisinya lebih miris dari sebelumnya. Sebelumnya, lapisan sol sepatu sebelah kiri sudah sobek. Tidak terlalu parah dan masih bisa dibawa main. Sekarang, sol sepatu kanan bagian samping sudah hampir lepas. Ah, pantas saja. Sudah harus saya ganti, saya bilang begitu. Teman saya yang melihat bilang, masih bisa dijahit. Antara membeli yang baru atau memperbaiki yang lama, ini harus saya tentukan sebelum agenda futsal berikutnya.

Habis itu, teman-teman mengajak makan dulu sambil beranjangsana. Terpilih sebuah tempat makan dekat tempat futsal itu yang menyajikan menu serbakambing. Mayoritas memesan nasi goreng kambing. So much with sport, batin saya.

Saat beranjak pulang, wajah seorang teman tidak  terlalu cerah. Dia mengaku pusing setelah menyantap makanan tadi. Memang tubuh tidak boleh dibohongi. Saya pun seperti terserang sugesti dan merasakan sedikit rasa pegal di leher bagian belakang. So much with sport…

Sampai di rumah, saya mencoba mengobati rasa bersalah itu dengan menyeduh teh hijau. Daripada menenggak Cipofibrate, Vytorin, Pterostilbene, atau Symvastatin, ya kan? Sudah ah, saya istirahat dulu.

Iklan

Written by hawe11

April 11, 2010 pada 9:54 pm

Ditulis dalam mengalami

Tagged with ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. hahaha kambing setelah olahraga 😀

    kemarin saya juga sempat berolahraga pak,main sepeda, yah walaupun cuma 1 jam, tapi rasanya segar sekali…

    really need sports

    Sky

    April 14, 2010 at 9:58 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: