Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Hari Ketika Warga Mencelupkan Kelingkingnya Dengan Tinta Ungu

with 2 comments

Tidak harus kelingking, memang. Judul demikian hanya semacam generalisasi. Terkadang butuh generalisasi, dan judul yang panjang-panjang, untuk mencegah kebosanan mampir dalam blog ini.

Apapun, hasil hitungan cepat menunjukkan pilihan capres dan cawapres yang saya contreng tadi siang jauh ditinggali lawan-lawannya. Tak kenapalah, yang penting sudah mengaspirasikan pilihan, toh? Soal menang dan tidak menang, suara terbanyak yang menentukan.

Seperti yang disimpulkan dari bapak Imam Prasodjo pada gelaran hitung cepat di sebuah teve swasta tadi siang, hasil pilihan menunjukkan, warga Indonesia menginginkan ketenangan. Sebuah periode yang aman, nyaman, dan tenteram. Salah satu aspirasi dari keinginan ini adalah pilihan untuk kandidat capres yang masih menjabat saat ini. Wajar saja.

Saya sepakat dengan pendapat pak Imam. Di luar perdebatan tentang rasionalisasi pilihan para pemilih atau tidak, pilihan itu adalah pilihan yang aman. Gambaran kasarnya, sebenernya capres yang bersangkutan tidak perlu lagi susah-susah tarik urat syaraf untuk berdebat, karena pilihan sebagian besar rakyat sudah dipegangnya. Asal, kandidat tidak neko-neko.

Gambarannya lagi, pendekatan konflik untuk menyerang kandidat lain dalam beberapa sesi debat atau kampanye terbukti tidak efektif bagi masyarakat bangsa ini. Pendekatan tersebut malah menjadikan posisi yang diserang kian berada dalam posisi yang dizalimi dan layak dibela.

Ndilalah, pilpres berlangsung satu putaran. Setidaknya itu menurut berbagai hasil hitungan cepat yang ramai diberitakan teve-teve swasta. Di luar itu, masih ada pemberitaan tentang “kecurangan” berupa surat suara yang ternyata sudah dicontreng sebelum pelaksanaan pengambilan suara. Kecil memang jumlahnya, tapi kalau sebarannya ke seluruh TPS repot juga kan…

Setelah meluangkan waktu untuk memberikan suara, warga mencelupkan jarinya dengan tinta berwarna ungu. Sengaja saya pilihkan kelingking untuk judul ini karena saya memilih kelingking saya untuk ditintai. Berbeda dengan pemilihan legislatif, pilpres berlangsung ekspres dan tak banyak keramaian di sekeliling TPS seperti tiga bulan lalu.

Biarlah yang menang benar-benar mampu meneruskan tugasnya untuk memajukan bangsa ini, seperti yang dipercayakan para pemilih.

Ketika lima tahun lalu digelar, pilpres dibarengi dengan final Piala Eropa yang dimenangi Yunani atas tuan rumah Portugal. Meski dicela karena mengandalkan sepakbola defensif, Yunani sukses menuai kejutan demi kejutan hingga memenangi gelar internasional pertamanya. Kini, pilpres dibarengi dengan pemakaman superstar Michael Jackson. Setidaknya ada empat stasiun teve nasional yang menayangkan langsung prosesi penghormatan terakhir kepada sang Raja Pop. Saya baca dari berita suratkabar, dan ada yang saya saksikan sendiri, simpati masyarakat Indonesia mengalir begitu derasnya kepada MJ, terutama di tengah selentingan agama Islam yang dianutnya beberapa tahun belakangan.

Mungkin sudah takdir pemilihan di Indonesia selalu menjadi sorotan utama di tengah-tengah kejadian lain yang tak kalah heboh…

Iklan

Written by hawe11

Juli 8, 2009 pada 6:59 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semuanya sudah tertulis

    acoenk

    Juli 8, 2009 at 8:53 pm

  2. dan ndilalah… saya juga kelingking 😀

    sky

    Juli 10, 2009 at 10:19 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: