Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

The Year of the Slumdogs!

with 2 comments

Seisi ruangan Beverly Hilton sontak membahana ketika Mickey Rourke berjalan menuju panggung. Tak pernah dibayangkannya bisa mendapat penghargaan bergengsi macam Golden Globe. Di tangga, Rourke sempat terpeleset dan dengan model pakaian serta rambutnya, Rourke lebih terlihat seorang rocker daripada penerima salah satu penghargaan yang paling ingin dimiliki insan film.

And he thanked all his dogs. “Sometimes when a man’s alone his dogs are all he’s got,” ujar Rourke tanpa ragu.

Rourke mendapat penghargaan untuk aktor terbaik di kategori drama melalui The Wretsler. Karya Darren Aronofsky itu metafora dari perjalanan karirnya. The Wrestler bercerita tentang seorang pegulat senior yang mendapat kesempatan terakhir untuk memulihkan kejayaannya. Rourke dikenal sebagai figur yang berani mengatakan tidak kepada industri sebesar Hollywood. Seperti hidup dalam dunianya sendiri, Rourke menolak tawaran membintangi film-film calon box office. Sempat terjebak krisis finansial, Rourke membintangi film-film semiporno. Rourke bahkan sempat menjadi petinju profesional.

“Seperti di dunia olahraga, butuh 30 tahun sekali untuk melahirkan pemain hebat. Darren adalah salah satunya,” puji Rourke.

Panggung di malam 11 Januari itu tak hanya milik Rourke semata. Hadirin tercenung, antara bingung dan sedih, saat Golden Globe dianugerahkan kepada mendiang Heath Ledger. Aktingnya di The Dark Knight tak terbantahkan lagi jadi yang terbaik — meski saingannya di nominasi serupa seperti Robert Downey Jr. bukan main-main. Akting psikotik Ledger nan prima sebagai Joker dijamin takkan terlupakan sepanjang masa.

“Kepergian Heath adalah kehilangan besar bagi industri film,” ujar Christopher Nolan, sutradara The Dark Knight, yang menerima penghargaan.

Ketika penghargaan serupa diberikan untuk Colin Farrell, Golden Globe 2009 sontak menjadi ajang bagi kaum pemberontak, urakan, mereka yang progresif. The year for the bad boysThe year of the slumdogs!

Slumdog?

Yeah, inilah bintang pagelaran Golden Globe tahun ini, Slumdog Millionaire. Film ber-setting kuis Who Wants To Be Millionaire? di India ini menjadi yang tersukses dengan memboyong empat penghargaan untuk score, screenplay, sutradara, dan film drama.

Lagi-lagi film berkisah tentang kaum progresif. Jamal Malik, seorang yatim piatu di Mumbai, mengikuti kuis cara cepat jadi jutawan tersebut dan keluar dengan 10 juta Rupee di tangan. Kontan saja Jamal dicurigai menempuh jalan curang untuk mendapatkannya. Ditangkap dan diinterogasi polisi, Jamal pun memaparkan metode kemenangannya. Hebatnya pula, Slumdog Millionaire dibintangi aktor/aktris yang belum dikenal Hollywood.

Danny Boyle memenangkan Golden Globe untuk film ini. Ingat semangat Boyle dalam The Beach atau Trainspotting? Boyle mungkin selalu berjiwa muda dalam setiap filmnya dan Slumdog Millionaire dianggap karya terbaiknya sepanjang karir.

Golden Globe dianggap ajang yang paling dekat untuk memprediksi pemenang Oscar. Nominasi Oscar sendiri baru diumumkan 22 Januari mendatang dan acara penghargaan digelar sebulan setelahnya, 22 Februari. Berbeda dengan Oscar yang cenderung konservatif dan konvensional, Golden Globe bersikap lebih berani. Tapi, tak jarang pemenang Golden Globe menjadi kandidat serius peraih Oscar.

Pada 1999, aktris pemenang Golden Globe Hillary Swank, bukan siapa-siapa saat itu, dinobatkan sebagai peraih Oscar untuk perannya sebagai androgini di Boys Don’t Cry. Swank berhasil menyingkirkan nominator favorit Annette Benning melalui American Beauty.

Secara tradisional, film seperti The Curious Case of Benjamin Button, Changeling, Revolutionary Road, atau bahkan Frost/Nixon lebih dapat meraih hati juri Oscar. Begitupun aktor/aktris yang membintangi film-film tersebut. Brangelina, anyone? Atau Frank Langella. Leonardo di Caprio. Kate Winslett. Cate Blanchett. Ron Howard. Sam Mendes.

Suka tidak suka, kejutan jarang terjadi di Oscar. Sebagian bilang, Oscar selalu terlambat. Ketika Moulin Rouge! dipuja-puji, Oscar baru memberikan penghargaan kepada film musikal lainnya setahun kemudian untuk Chicago. Ketika Denzel Washington mempesona dalam The Hurricane, Oscar memberikannya untuk peran dalam Training Day. Dan ketika seorang Alejandro Gonzalez Inarritu sudah mencuri perhatian sejak 2000 melalui Amores Perros, Oscar baru menghargainya melalui Babel tujuh tahun kemudian — dengan mengacuhkan 21 Grams pula.

Hingga nominasi Oscar diketahui pekan depan, biarkanlah slumdogs tersebut merayakan kemenangannya saat ini!

Iklan

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Tebakanku sama, Slumdog tidak akan berbicara banyak di Oscar 2009, kecuali untuk divisi cerita, musik dan sinematografi.

    gilasinema

    Januari 13, 2009 at 7:34 am

  2. pindah nulis buat majalah film aja, deh 😀 hehehehe. nggak kalah nih sama pengetahuan sepak bolanya 😉 Esplanade… kami datang!!! Hihihi.

    hanny

    Januari 13, 2009 at 3:14 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: