Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Mencintai Bumi

with 7 comments

Saya punya dua penyesalan saat menonton Wall-E. Pertama, karena rilisnya terlambat di Indonesia. Dua bulan lebih untuk menunggu film produksi salah satu maestro film animasi Hollywood ini! Phewh! Film animasi lain, Kung Fu Panda, tidak mengalami penundaan rilis. Alasannya tidak saya ketahui. Penyesalan kedua, karena saya terlambat menontonnya. Baru sekira dua minggu berselang rilis baru hari ini saya menyempatkan waktu ke bioskop terdekat.

Dan, saya tidak menyesal memilih menonton Wall-E.

Pixar mempertahankan pendekatan yang selalu dipakainya dari tahun ke tahun. Sejak debut dengan Toy Story, berturut-turut Finding Nemo, The Incredibles, Cars (yang tak begitu sukses dua tahun lalu), dan puncaknya Ratatouille, mampu memesona penonton bioskop dengan pesan-pesan kekeluargaan.

Film-film Pixar sangat aman ditonton sekeluarga. Pesannya tidak sophisticated, cerita tidak terlalu berlebihan, dan sarat muatan pendidikan. Wall-E, tahun ini, membawa penonton naik kelas ke sekolah unggulan dengan kurikulum yang disempurnakan.

Delapan abad mendatang, bumi menjadi tempat sampah raksasa. Penghuninya sendiri menghabiskan hidup di sebuah kapal ruang angkasa raksasa, Axiom, lengkap dengan segala macam fasilitas penunjang kehidupan. Hidup demikian mudahnya, untuk minum, makan, bahkan mengembangkan payung untuk berjemur – semua disediakan dan dibantu robot-robot canggih. Manusia modern adalah manusia pemalas, bertubuh luar biasa tambun, selalu duduk tak bergerak, dan dangkal.

Untuk membersihkan planetnya, manusia menggunakan robot Wall-E (google saja untuk mengetahui singkatannya :p). Saking rusaknya lingkungan, bumi menjadi tandus. Tak ada lagi tanaman yang tumbuh, dan iklim menjadi serbaekstrim. Secara berkala, Axiom mengirimkan robot Eve (lagi-lagi, google saja buat yang penasaran singkatannya!) untuk menyelidiki serta menemukan jejak kehidupan di planey yang ditelantarkan itu. Kebetulan, Wall-E yang kesepian menyimpan tumbuhan yang dicari-cari Eve. Misi Eve selesai, tapi tidak demikian dengan Wall-E. Teman tidak mudah dicari, dan ide ini yang membawa Wall-E bertualang ke ruang angkasa, mendarat di Axiom yang supercanggih, serta mengubah kehidupan umat manusia.

Semua orang, bahkan robot, tidak bisa hidup sendirian. Itu pesan utamanya. Tapi tak kalah pentingnya untuk menjaga lingkungan, mencintai bumi – karena tujuan utama manusia hidup bukanlah “surviving”, melainkan “living”.

Wall-E berhasil menyampaikan dua pesan ini dengan sempurna. Karenanya, kursi film animasi terbaik tahun ini layak ditempatinya. Kita lihat saja bagaimana pendapat juri Academy Award tahun depan.

Rating: 4,5 dari 5 bintang.

*resensi film Wall-E (Pixar-Disney, 2008)

Iklan

Written by hawe11

September 3, 2008 pada 6:45 pm

Ditulis dalam resensi

Tagged with , , , , ,

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kok baru review sekarang pak? baru nonton apa karena sibuk saja?

    kalo gua kasih 5 bintang aja deh… 😀

    Sky

    September 4, 2008 at 11:06 am

  2. Minim dialog namun sarat makna… Cuma ada satu kejanggalan, yang sebenarnya sih nggak apa-apa juga alias nggak mengganggu cerita sama sekali. Itu lho, pak Presiden yang tampil di layar ruang kendali kapten Axiom itu kok berwujud manusia beneran ya, padahal semua sosok manusia dalam film itu digambarkan secara kartunis. Mungkin untuk menegaskan bahwa memang manusia tulen-lah yang bersalah atas rusaknya bumi, bukan manusia-manusia kartun… hehehehe…

    Tri

    September 5, 2008 at 12:12 pm

  3. @Sky: yoi pak, baru sempet Rabu kemarin. akhirnya… nonton lagi! hehe..

    @Tri: wah Tri spoiler! hahahaha… jadi, meskipun minim dialog tapi kaya makna ya.. sumpah gw beberapa kali pengen nangis, seperti pas Wall-E nya di-reboot gitu.. ups, another spoiler. :p

    hawe11

    September 5, 2008 at 5:54 pm

  4. 5 bintang.

    Saya sampe lupa merekomendasikan pelem ini ke bapak apa nggak ya setelah nongtong waktu itu?

    acoenk

    September 8, 2008 at 3:09 pm

  5. waghhhhhhhhhhhh,,,, kalo gw kasi rank 10 dari 5 waghhhh

    banyak amat

    lucu…. bgt

    tapi di bgr ko di dubing Indonesia yah…..

    saskya Tamara

    September 30, 2008 at 9:30 pm

  6. horeeeee ternyata lo juga menikmati Wall·E !!! 😀

    hanny

    November 3, 2008 at 11:52 pm

    • film wall.E (2008) merupakan film yang membuat saya sadar bahwa pentingnya menjaga lingkungan. Ini mungkin tidak akan terasa akibat ulah kita sekarang yang sering tidak mempedulikan lingkungan, tapi kemungkinan besar akibatnya sama anak, cucu kita. IMDB ngasih ranting 8,5 ane ngasih 10. yg belum nonton ayo buruan..

      Javentus Pasaribu

      Juni 23, 2013 at 3:49 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: