Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Fragmen Jumat

with 3 comments

Hari pertama di bulan Desember. Awan mendung menutup langit Jumat ini. Sebuah hadiah kecil dari Tuhan untuk umat-Nya. Seperti biasa mesjid dipenuhi umat yang ingin beribadah. Mendekati waktu azan, ruangan dalam sudah penuh namun masih menyisakan beberapa tempat lowong di pelataran dan halaman mesjid. Biasanya tempat favorit jemaah adalah di bawah dua pohon kamboja rindang yang tumbuh berdekatan. Tapi dengan matahari yang malu-malu bersembunyi di balik awan, tempat bukan lagi masalah. Ah, kalau saja matahari berani unjuk diri pun semua tempat sama saja. Bulan Desember, posisi matahari [atau bumi?] sudah berubah. Bayangan mulai jatuh condong ke sebelah utara, sudah di luar halaman mesjid. Bayangan? Tidak tampak pula ada bayangan, sinar matahari sejenak jadi barang langka di sini. Perubahan membuat manusia merasa canggung, seperti seorang kakek yang dengan kikuk membalas jabatan tangan seorang anak muda di sebelahnya. Agaknya sudah dimaklumi, masa kini rasa hormat kepada orang yang berusia lebih tua sudah jauh berkurang. Herannya, mereka justru heran ketika masih ada yang menganut tradisi lama itu.

Di mimbar, Khatib berceramah singkat. Intinya masalah waktu. Dia mengutip salah satu surat dalam kitab suci: “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar ada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Dan saling menasehati supaya menaati kebenaran. Dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Satu jam saja berjalan. Begitu Imam mengucap salam, hubungan transedental sontak terhenti. Jemaah berangsur pulang. Larut dalam aktivitas semula. Sedikit yang beriktikaf. Awan pun berubah; menepi memberi jalan pada matahari memberikan sinarnya ke muka bumi. Bayang manusia, bayang benda-benda, mulai nyata dan jelas lagi.

Iklan

Written by hawe11

Desember 1, 2006 pada 12:52 pm

Ditulis dalam Uncategorized

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kadangkala setan memang kuat sekali godaannya, hawa ngantuk tadi terasa banget pas jumatan 🙂

    andri

    Desember 1, 2006 at 2:05 pm

  2. Sampai sekarang. Wah, kalo di rumah udah enak dipake buat tidur siang nih… Hoaaahmmmmm…

    Salam kenal buat mas Andri. 😉

    hawe

    Desember 1, 2006 at 2:49 pm

  3. Ini komentarnya mas andri atas komentar lo di blog gue:

    “wess..komennya kok melodramatis sekali, membuat jantung berhenti berdetak dan seakan-akan hanya terdengar desau napas kita saja :-)”

    hehehehehe cerita bersambung nih wakakakakakak ;p

    hanny

    Desember 1, 2006 at 3:25 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: