Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Bagaimana Kalau…

Beberapa orang rela sampai kehilangan nyawa demi sebentuk harapan, tetapi bukankah tanpa harapan membuat hidup kehilangan gairah dan tujuannya?

Memasuki bulan April, arah penentuan gelar juara liga-liga domestik kian diketahui. Di Eropa, Sabtu, 2 April, barangkali menjadi titik balik penting bagi persaingan perebutan gelar juara masing-masing karena sejumlah hasil yang menguntungkan tim penguasa klasemen sementara. Manchester United mengatasi ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan 4-2 atas tuan rumah West Ham United. Tiga tim pesaingnya, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur — serta kalau mau ditambah rival abadi mereka, Liverpool — malah tak mampu menang. Real Madrid secara mengejutkan ditumbangkan Sporting Gijon di kandang sendiri. Sementara, AC Milan menang meyakinkan 3-0 atas rival sekota sekaligus pesaing mereka memperebutkan scudetto musim ini, Inter Milan.

Melalui akun Twitter (@agungharsya) saya terdorong menggelar jajak pendapat kecil-kecilan tentang apa yang diharapkan fans terjadi atau tidak terjadi pada tim kesayangan mereka seandainya waktu dapat dikembalikan ke awal kompetisi. Pertanyaan diajukan ke sejumlah fans dengan latar belakang dukungan klub yang beragam. Berikut jawaban mereka:

Gak dihajar cedera, regenerasi lini belakang. Benitez full support transfer. Gunawan Widyantara (@gunauno). Fans Inter dan kolega di GOAL.com Indonesia.

Saya berharap Robben tak cedera pas bela Belanda dan Bayern beli David Luiz dari Benfica. Asep Ginanjar (@SeppGinz). Fans Bayern Muenchen dan Bundesliga-expert.

Kurut cukur Umuh Muchtar, pecat pemain yang ikut campur tangan soal kebijakan pelatih. Jalu Wisnu (@kangjalu). Bobotoh Persib Bandung dan aktivis Twitter sepakbola.

Harapan sy kompetisi yg baik, pembinaan dan perdamaian suporter. Dan Reformasi PSSI tentunya ;) Admin @IndoSoccer — akun Twitter sepakbola nasional dengan lebih dari 17 ribu follower.

Jelas pengen ga ada RH di catatan sejarah manager LFC bro, selain itu pelegoan-pembelian pemain jg gak seperti skrg ini. Andhika Suksmana (@deekasuksmana). Liverpudlian sejati.

Gw sih cuma berharap Owen dan Hargo ga kambuhan cederanya.. Angga Wirastomo (@anggawirastomo). Fans Manchester United dan pegiat forum maniak jersey http://jersey.forumotion.com/

 

Baru lima opini yang berhasil saya kumpulkan dari mereka yang kebetulan berlalu di linimasa saya, tetapi setidaknya menyiratkan betapa harapan bebas dimiliki siapa saja. Bagi mereka, harapan adalah sebentuk rasa cinta terhadap klub kesayangan masing-masing.

Filed under: opini, , , , , , , , , , , , , , ,

Membongkar Kebobrokan PSSI

Dosa-Dosa Nurdin Halid

Bagi seorang jurnalis sepakbola, sulit menampik godaan membaca dan membeli buku Dosa-Dosa Nurdin Halid (DDNH) terbitan Galang Press yang diluncurkan persis di tengah kisruh pencalonan ketua umum PSSI periode 2011-2015.

Penulis DDNH adalah Erwiyantoro. Seorang jurnalis senior — yang juga pernah menulis untuk GOAL.com Indonesia — dengan riwayat mewartakan sepakbola sejak 1985. Dalam kata lain, mas Toro, sapaan akrabnya, sudah bergulat di dunia sepakbola nasional sebelum rata-rata mahasiswa S-1 saat ini sempat mengenal dunia.

DDNH bisa dibilang menjadi buku pertama yang merangkum akun Facebook individu. Hampir seluruh isi buku diambil mentah-mentah dari akun indivudu penulisnya, dengan nama samaran Cocomeo Cacamarica. Di kalangan pengguna social media, akun tersebut sangat dikenal menjadi salah satu acuan tersendiri bagi penggemar sepakbola Indonesia karena sangat informatif dan isi tulisan-tulisannya jarang ditemukan di media massa “besar”.

Seluruh tulisan dari akun tersebut diambil sepanjang 2010. Dibentangkan dalam riwayat sepakbola nasional, rentang DDNH mencapai momen Kongres Sepakbola Nasional hingga kelahiran Liga Primer Indonesia. Dari titik ini saja, DDNH sudah mewakili sebuah periode dalam sejarah panjang sepakbola tanah air.

Mas Toro membuka bukunya dengan memperkenalkan Nurdin Halid. Seharusnya tidak perlu diperkenalkan lagi siapa, tapi penting bagi pembaca diingatkan tentang sepak terjang pria kelahiran Watampone, 52 tahun lalu itu. Mas Toro memilihkan riwayat Nurdin ketika tersangkut kasus penyalahgunaan dana distribusi minyak goreng semasa Nurdin menjabat ketua umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) pada 2005. Dua tahun masa penjara pun harus dijalani Nurdin yang sudah menjabat sebagai ketua umum PSSI saat itu.

Tak hanya sekali, masih pada tahun yang sama, Nurdin juga dinyatakan bersalah karena memasukkan gula impor secara ilegal. Namun, tuntutan itu dibatalkan dan Nurdin diputus bebas di akhir tahun. Pada 17 Agustus 2006, Nurdin menerima remisi dan bebas dari kungkungan bui.

Penjesalan singkat sepanjang lima halaman itu menjadi kunci pembuka buku setebal 274 halaman ini. Dua vonis kepada ketua umum PSSI itu otomatis menggugurkan tiga elemen penting yang harus dimiliki seorang pemimpin dengan visi yang jelas. Tiga elemen tersebut adalah karakter, kompetensi, dan koneksi. Berasarkan tiga hal itu, PSSI membutuhkan figur selain Nurdin Halid untuk memajukan sepakbola nasional.

Ketika menulis, mas Toro memposisikan dirinya sebagai “wartawan Facebook”. Keunggulan status ini menjadikan DDNH sarat dengan informasi di belakang layar, seperti perkenalan Nurdin Halid dengan Nirwan Bakrie; sampai campur tangan mantan Presiden Soeharto dalam penunjukan Ketua Umum PSSI.

Namun, pembaca harus pandai menempatkan diri. Karena sifatnya independen, prinsip both cover side story praktis diabaikan. Sikap kritis harus tetap dipegang ketika membaca. Di satu sisi, terkesan buku ini menjelek-jelekkan — bahkan sangat memojokkan — figur Nurdin Halid.

Tetapi, mas Toro tidak risau. Seperti ketika menerbitkan dan membagi secara gratis buku “Sepakbola Indonesia Tertinggal 50 Tahun” saat Kongres Sepakbola Nasional berlangsung, meski dituding menyebar black campaign, mas Toro pantang mundur dan mempersilakan jika PSSI hendak menyomasinya. Tampaknya sikap yang sama tetap dipegang beliau ketika menerbitkan DDNH.

Di tengah minimnya tema olahraga di dunia perbukuan nasional, buku ini seperti satwa langka. DDNH layak dimiliki sebagai salah satu referensi dalam lemari buku pembaca. Gaya penulisan membuat DDNH bisa dibaca kapan saja dan dimulai dari halaman mana saja.

Sayangnya, pemindahan materi dari Facebook ke format buku dilakukan dengan penyuntingan yang sangat minim. Jangan heran mendapatkan banyak kesalahan ejaan dalam buku. Bahkan ada pula format Facebook yang dibiarkan melekat di halaman buku, seperti fitur “lihat selengkapnya” yang acap kali terpasang di boks komentar laman jejaring sosial itu.

Terakhir, mas Toro membagikan lima syarat menurunkan Nurdin Halid yang dibeberkan satu persatu. Pertama, melalui campur tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kedua, melalui Nirwan Bakrie yang dianggap satu-satunya figur internal PSSI yang dapat memaksa Nurdin turun dari jabatan.

Ketiga dan keempat, membangun PSSI tandingan dan melalui Kongres PSSI. Syarat kelima? Tampaknya harus ditanyakan langsung kepada mas Toro…

DDNH sampai pada sebuah kesimpulan, paling baik menurunkan Nurdin adalah dengan mendekati Nirwan Bakrie. Melihat perkembangan situasi terkini jelang Kongres PSSI, hanya skenario itu yang belum mendekati kenyataan di antara empat syarat lainnya.

*Resensi buku “Dosa-Dosa Nurdin Halid” (Erwiyantoro, Galang Press, 2011)

*Tulisan terbit untuk GOAL.com Indonesia, 2 Maret 2011

*Gambar dipinjam dari www.bukukita.com

Filed under: resensi, , , , , , , , ,

tentang saya…

almanak

Mei 2012
M S S R K J S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

kumpulan

kicauhawe

  • @xviansitompulx baca linimasa ane dongs ah.. :p 21 hours ago
  • Anita! kata @changdisini... tapi kan Anita lebih bagus mainnya ketika diposisikan jadi gelandang bertahan di Ajax musim ini. nah... 21 hours ago
  • intinya... pilihan Van Marwijk sudah bisa ditebak. ;) mari tunggu ujicoba vs Bayern Munich (23/5) dan Bulgaria (27/5). 21 hours ago
  • prediksi saya juga tidak beda. bek: Boulahrouz / Bouma / Willems. mid: Maher / S de Jong. str: Lens / Narsingh / L de Jong. 21 hours ago
  • ini kata @DarmoWidjoyo : Lens, Maher, Narsingh/Willems, S de Jong. karena gaya konservatif Van Marwijk. pendapat, tweeps? 21 hours ago
  • pemain tersisa sekarang bisa dibilang praktis skuat utama plus cadangan (23+4) untuk Euro 2012. siapa 4 pemain yg akan dicoret lagi? 21 hours ago
  • 4 pemain lain yang dicoret: Jasper Cillessen, Erwin Mulder, Georginio Wijnaldum, dan Ola John. 27 pemain tersisa dibawa ke Lausanne besok. 21 hours ago
  • artinya, teka-teki! siapa bek kiri yang disiapkan Van Marwijk? Jetro Wullems? Wilfred Bouma? Vurnon Anita? Stijn Schaars? 21 hours ago
  • mereka adalah: Stefan de Vrij, Alexander Buttner, Hedwiges Maduro, dan Nick Viergever. Urby Emanuelson juga bisa dihitung. 21 hours ago
  • pagi, tweeps. perampingan skuat Oranje oleh Bert van Marwijk terbilang berani karena mencoret 4 pemain belakang sekaligus. 21 hours ago
  • @pinguinprop @deewpd Cocok apaan? Cocok jadi sinden? -_-" 1 day ago
  • The caffeine kicks in... 1 day ago
  • Yang dilarang nyembah setan, yang ngelarang nyembah duit... 1 day ago

paling laku

  • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.