Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2010/11

AS Roma – Shakhtar Donetsk
Debut penampilan Shakhtar di babak gugur Liga Champions ditandai dengan menghadapi Roma. Pelatih Shakhtar Mircea Lucescu pernah menangani Inter Milan sehingga lebih kurang mengenali karakter sepakbola Italia. Roma pernah berhadapan dengan wakil senegara Shakhtar, Dynamo Kyiv, musim 2007/08 silam. Dalam dua pertemuan, Roma memetik dua kemenangan. Akankah dominasi tersebut terulang lagi?

AC Milan – Tottenham Hotspur
Tottenham kembali ke wilayah Lombardia di Italia. Tepatnya ke kota Milan dan stadion San Siro. Setelah bertemu juara bertahan Inter di babak penyisihan grup Liga Champions, Spurs akan berhadapan dengan Milan pada babak 16 besar. Sambil menunggu keajaiban kaki kiri Gareth Bale, menarik menunggu kiprah kedua pelatih, Massimiliano Allegri dan Harry Redknapp, yang merupakan debutan di Liga Champions.

Valencia – Schalke 04
Kedua tim ini juga pernah bertemu pada penyisihan grup Liga Champions 2007/08. Dalam dua pertandingan, Valencia lebih baik daripada Schalke. Wakil Spanyol ini sukses menang 1-0 di kandang Schalke dan bermain imbang tanpa gol pada pertemuan kedua di Mestalla. Namun, Valencia terhenti di babak grup sedangkan Schalke berhasil melaju hingga perempat-final. Sejak musim itu, baru kali ini Valencia dapat berlaga di Liga Champions.

Inter Milan – Bayern Muenchen
Ulangan partai final musim lalu yang mengundang sebuah pertanyaan, akan terjadi peneguhan ataukah pembalasan denda? Hanya satu perbedaan penting yakni Rafael Benitez kini menggantikan posisi Jose Mourinho sebagai pelatih Inter Milan, sedangkan materi pemain kedua tim relatif tidak berubah banyak. Sebagai runner-up grup, Inter akan bertindak sebagai tuan rumah laga pertama.

Olympique Lyon – Real Madrid
Pertandingan ini juga merupakan ulangan pertemuan keduanya di babak 16 besar Liga Champions musim lalu. Kala itu, Lyon berhasil memupus ambisi Madrid merebut gelar Eropa kesepuluh sekaligus tampil di final yang diselenggarakan di Santiago Bernabeu. Kini, apakah Jose Mourinho berhasil mematahkan rekor buruk Madrid yang selalu terhenti di babak 16 besar Liga Champions?

Arsenal – Barcelona
Lagi, sebuah ulangan pertandingan musim lalu. Kedua tim disebut-sebut sebagai tim yang memeragakan penampilan paling rancak di seantero Eropa. Musim lalu, Barcelona menjadi yang terbaik. Setelah bermain 2-2 di Emirates, Barcelona memukul Arsenal 4-1 pada laga kedua di Camp Nou. Cerita lama tentang kisah Cesc Fabregas hampir dipastikan kembali menggelora Februari mendatang…

Olympique Marseille – Manchester United
Paling pertama muncul dari pertandingan ini adalah reuni Gabriel Heinze di Old Trafford. Pertandingan sekaligus merupakan pertemuan kedua tim dengan rekor tidak kebobolan di Liga Champions musim ini. United tidak kebobolan dalam lima pertandingan, sedangkan Marseille dalam empat laga. Jangan lupakan pula satu nama yang dapat merepresentasikan kedua tim: Eric Cantona.

FC Kopenhagen – Chelsea
Hal menarik dari pertandingan ini adalah berita putra Roman Abramovich, Arkady, yang tertarik membeli Kopenhagen, awal bulan ini. Jika terwujud, tentu menarik menyaksikan ayah dan anak duduk berdampingan di tribun kehormatan stadion menyaksikan laga ini. Di luar itu, media Eropa meyakini pertemuan ini merupakan undian empuk bagi Carlo Ancelotti. Tugas pelatih Italia itu untuk membuktikannya di atas lapangan.

Filed under: celetuk, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Selamat Datang Lagi di Liga Champions, Ajax!

Bagi generasi sepakbola modern, Ajax Amsterdam hanyalah tinggal nama besar. Itupun kalau masih ada yang mengenang kejayaan mereka pada Liga Champions 1994/95. Berani taruhan, Ajax lebih dikenal sebagai penelur pesepakbola muda berbakat. Mungkin ada sebagian yang mengingat kapan saja Ajax menjuarai Piala Champions. Tapi, dalam wacana kekuatan sepakbola modern, Ajax terabaikan.

Medio 1990-an, kegembiraan Ajax campur aduk dengan kemalangan. Memang saat ditangani Louis van Gaal mereka sukses menjuarai Liga Champions dengan kekuatan para pemain binaan sendiri. Edwin van der Sar, Frank de Boer, Danny Blind, Michael Reiziger, Winston Bogarde, Clarence Seedorf, Edgar Davids, Ronald de Boer, hingga Patrick Kluivert adalah generasi emas Ajax yang berasal tak lebih dari 40 mil di sekitar De Toekomst — akademi pembinaan usia dini Ajax yang tersohor itu.

Tepat setelah kejayaan di Wina berkat gol tunggal Kluivert yang menamatkan perlawanan AC Milan — musim itu Ajax mengalahkan Milan tiga kali di Liga Champions — sepakbola Eropa memasuki era baru. Dekrit Bosman diterima Majelis Eropa dan diberlakukan tanpa kecuali di seluruh liga anggota Uni Eropa. Klub-klub pun berbondong-bondong merekrut pemain asing. Bagi klub seperti Ajax yang mengandalkan materi pemain dari akademinya, fenomena ini adalah sebuah bencana. Klub dapat mencari cara instan meraih prestasi dengan membeli pemain yang sudah jadi. Padahal, butuh waktu tidak sebentar menunggu pemain muda bersemi. Bahkan, tak cuma pemain yang sudah matang, pada era sepakbola modern klub-klub Eropa pun tak segan berburu bocah-bocah cilik dengan iming-imgin tinggi.

Kekuatan Ajax perlahan memudar. Berbekal sisa-sisa kekuatan musim sebelumnya — Reiziger, Bogarde, Kluivert, dan Seedorf pindah klub setelah final di Wina — Ajax masih mampu tampil di final Liga Champions 1995/96. Mereka hanya kalah dari Juventus melalui adu penalti. Setelah itu, Ajax ditelan hingar-bingar sepakbola Eropa yang penuh bintang.

Musim panas 1996, Ajax meninggalkan De Meer yang sudah dihuni selama 62 tahun dan pindah ke stadion baru bernama Amsterdam Arena. Setelah kejayaan generasi 1995, kepindahan itu terasa tepat. Tapi, Dekrit Bosman mengacaukan segalanya. Sejak dibuka, Arena tak pernah menyaksikan kejayaan Ajax di kancah Eropa. Prestasi terbaik Ajax di Liga Champions hanya babak perempat-final musim 2002/03. Saat itu, Ajax disingkirkan Milan 3-2  — gol penentu Milan dicetak Jon Dahl Tomasson ketika laga kedua di San Siro sudah menginjak tambahan waktu.

Setelahnya, Ajax terpendam. Beberapa kali Ajax berjuang menembus babak penyisihan grup Liga Champions, namun selalu gagal. Musim 2006/07, mereka secara menyakitkan ditekuk FC Kopenhagen, 3-2 secara agregat. Musim berikutnya, langkah mereka kembali terhenti di babak kualifikasi. Kali ini, Sparta Praha menjadi batu sandungan Ajax.

Di luar lapangan, kebijakan Ajax menjual para pemain andalan menuai kritik. Media menuding Ajax mengabaikan peluang meraih prestasi di atas lapangan dengan melepas pemain kuncinya. Musim panas 2007, Ryan Babel dijual ke Liverpool seharga €17 juta. Pada saat hampir bersamaan, Wesley Sneijder dilego ke Real Madrid dengan transfer €27 juta. Selang satu setengah tahun, salah satu aset terbaik bernama Klaas-Jan Huntelaar dilepas setelah Real Madrid datang dengan €27 juta. Total, dari tiga penjualan tersebut Ajax menangguk dana €71 juta!

Herannya, beberapa tahun belakangan kondisi finansial Ajax malah morat-marit. Sejak terjun ke lantai bursa Amsterdam, kondisi tersebut dapat dengan mudah diketahui publik. Beberapa tahun belakangan, nilai saham Ajax terus anjlok. Nilai ekuitas Ajax terus menurun. Sempat tercatat memiliki nilai €101 juta berkat sukses 1995, jumlah tersebut menurun €15 juta dalam lima tahun terakhir. Nilai ekuitas ini masih kurang dari setengah total aset klub. Namun tetap harus diwaspadai karena Ajax tak memiliki utang kepada pihak lain.

Lalu, ke mana semua uang penjualan tersebut?

Anggapan pertama, biaya pengelolaan Ajax sangat tinggi. Secara resmi, Ajax menyatakan memiliki 71 pemain dengan ikatan kontrak. Rinciannya, 41 pemain taruna, 25 anggota skuad inti, dan sepuluh pemain yang dipinjamkan ke klub lain. Secara total, Ajax memperkerjakan 227 orang. Di Belanda, jumlah tersebut mencakup empat persen populasi pekerja industri sepakbola. Dalam setahun, Ajax membutuhkan sekurangnya €50 juta untuk menggaji semua pekerja. Jumlah tersebut akan kian membengkak dengan jumlah bonus yang harus dibayarkan jika Ajax sukses meraih gelar juara.

Di sisi lain, Ajax tak memiliki sumber pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pendapatan Ajax terus menurun. Tahun 2009, pendapatan Ajax berkurang €1 juta dibandingkan empat tahun sebelumnya. Memang masih ada pendapatan dari sektor penjualan tiket dan hak siar domestik. Namun, sumber tersebut bersifat relatif tetap untuk menutupi biaya pengelolaan sehingga tidak bisa diandalkan untuk meningkatkan pendapatan klub.

Parahnya, investasi yang dilakukan Ajax terbukti tak mendatangkan hasil setimpal. Sebagai contoh, musim 2008/09, Marco van Basten datang sebagai pelatih Ajax dengan tugas utama memperbaiki prestasi tim. Jika prestasi datang, kondisi kas pun dapat ditunjang. Untuk memperkuat tim, Van Basten mendatangkan Miralem Sulejmani dengan rekor transfer domestik sebesar €16,25 juta. Hingga kini, angka tersebut masih ditertawakan karena Sulejmani tak jua menemukan sinarnya di Arena. Investasi Sulejmani menunjukkan kegagalan perekrutan Ajax dalam beberapa tahun terakhir, seperti halnya Gabri Garcia, Dennis Rommedahl, Kennedy Bakircioglu, George Ogararu, Oleguer Presas, dan Rob Wielaert.

[Johan Cruyff seharusnya ikut bergabung dengan Van Basten dalam tim teknik Ajax namun mundur pada saat-saat terakhir. Saat itu, Cruyff beralasan ada perbedaan prinsip antara dengan bekas anak asuhnya itu terkait "pembinaan pemain usia muda". Kini, dapat diduga kuat keputusan Cruyff mundur karena Van Basten menginginkan datangnya prestasi secara instan.]

Kesimpulan sementara, salah satu jalur ampuh yang bisa menyediakan oasis bagi kondisi kas Ajax saat ini adalah pendapatan dari sektor partisipasi di kompetisi Eropa. Tak mungkin Ajax harus selalu melepas pemain terbaiknya ke klub lain dan merana di atas lapangan hijau. Ingat, prestasi dan kondisi kas harus sejalan.

Jadi, tidak usah heran apabila Martin Jol mengepalkan tangannya sementara Danny Blind melonjak-lonjak kegirangan ketika Luis Suarez mencetak gol pertama Ajax ke gawang Dynamo Kyiv di Arena, Rabu (25/8) malam lalu. Sang pelatih dan asistennya kian girang ketika Mounir El Hamdaoui menggandakan keunggulan Ajax 15 menit sebelum pertandingan berakhir. Meski sempat ketar-ketir karena Dynamo mampu membalas satu gol, Ajax berhasil lolos dari babak play-off Liga Champions dengan keunggulan agregat 3-2. Keberhasilan ini pun menghapus rindu mereka setelah absen selama lima musim terakhir.

“Selesai sudah tugas yang dibebankan kepada saya. Kami lolos ke Liga Champions dan patut merayakannya,” ujar Jol penuh kelegaan usai pertandingan.

Berdasarkan kendala finansial klub, Jol sadar tak bisa menawar target berpartisipasi di Liga Champions musim ini. Pantas saja dia meminta publik merayakan keberhasilan tersebut karena sektor pendapatan tambahan sudah terbayang di pelupuk mata.

Lolos ke babak penyisihan Liga Champions saja sudah membuat pundi-pundi Ajax menebal setidaknya €5,9 juta. Rinciannya, €2,1 juta karena lolos ke babak play-off dan sisanya berkat berhasil menembus babak penyisihan grupnya.

Potensi pendapatan kian bertambah. UEFA memberikan uang tampil €0,55 juta per pertandingan di babak grup. Jika menang, tersedia bonus sebesar €0,8 juta. Seri, UEFA mengganjarnya dengan €0,4 juta. Jumlah uang hadiah terus menanjak sejak babak gugur hingga final, mulai dari €3 juta untuk lolos ke babak 16 besar sampai €9 juta jika Ajax menjuarai Liga Champions musim ini.

Belum selesai. Uang hadiah tersebut belum mencakup pembagian hak siar televisi sesuai jumlah pemirsa di negara masing-masing. Sebagai ilustrasi, berkat pembagian hak siar ini, Bayern Muenchen dan Manchester United menjadi klub yang terbanyak mengumpulkan pendapatan di Liga Champions 2008/09 meski Barcelona yang keluar sebagai juara.

Jika demikian, hasil undian di Grimaldi Forum, Monaco, Kamis kemarin selayaknya disambut gembira — alih-alih kekhawatiran — oleh publik Ajax. Di Grup G, Ajax tergabung bersama klub bereputasi Eropa lainnya, AC Milan dan Real Madrid, di samping satu tim kuda hitam, AJ Auxerre. Banyak pihak yang menilai inilah salah satu grup maut di Liga Champions musim ini. Bagi akuntan klub, hasil undian menjadi perayaan berikutnya. Sudah terbayang 52.328 bangku Arena bakal terisi penuh ketika Ajax menjamu Milan dan Madrid. Bayangkan pula pemirsa yang memelototi siaran langsung pertandingan Ajax di markas Milan dan Madrid.

Jol kini tak perlu merisaukan beban harus membantu kondisi finansial klub, tetapi menyiapkan tim untuk mampu setidaknya mengimbangi kekuatan dua tim papan atas Eropa tersebut dalam empat pertemuan — dengan tidak mengurangi respek terhadap kekuatan Auxerre.

De Goedenzonen, Anak-Anak Dewa, siap berpesta di Liga Champions musim ini.

*tulisan terbit untuk GOAL.com Indonesia, Sabtu 28 Agustus 2010.

Filed under: opini, , , , , , , , , ,

tentang saya…

almanak

Mei 2012
M S S R K J S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

kumpulan

kicauhawe

  • @xviansitompulx baca linimasa ane dongs ah.. :p 21 hours ago
  • Anita! kata @changdisini... tapi kan Anita lebih bagus mainnya ketika diposisikan jadi gelandang bertahan di Ajax musim ini. nah... 21 hours ago
  • intinya... pilihan Van Marwijk sudah bisa ditebak. ;) mari tunggu ujicoba vs Bayern Munich (23/5) dan Bulgaria (27/5). 21 hours ago
  • prediksi saya juga tidak beda. bek: Boulahrouz / Bouma / Willems. mid: Maher / S de Jong. str: Lens / Narsingh / L de Jong. 21 hours ago
  • ini kata @DarmoWidjoyo : Lens, Maher, Narsingh/Willems, S de Jong. karena gaya konservatif Van Marwijk. pendapat, tweeps? 21 hours ago
  • pemain tersisa sekarang bisa dibilang praktis skuat utama plus cadangan (23+4) untuk Euro 2012. siapa 4 pemain yg akan dicoret lagi? 21 hours ago
  • 4 pemain lain yang dicoret: Jasper Cillessen, Erwin Mulder, Georginio Wijnaldum, dan Ola John. 27 pemain tersisa dibawa ke Lausanne besok. 21 hours ago
  • artinya, teka-teki! siapa bek kiri yang disiapkan Van Marwijk? Jetro Wullems? Wilfred Bouma? Vurnon Anita? Stijn Schaars? 21 hours ago
  • mereka adalah: Stefan de Vrij, Alexander Buttner, Hedwiges Maduro, dan Nick Viergever. Urby Emanuelson juga bisa dihitung. 21 hours ago
  • pagi, tweeps. perampingan skuat Oranje oleh Bert van Marwijk terbilang berani karena mencoret 4 pemain belakang sekaligus. 21 hours ago
  • @pinguinprop @deewpd Cocok apaan? Cocok jadi sinden? -_-" 1 day ago
  • The caffeine kicks in... 1 day ago
  • Yang dilarang nyembah setan, yang ngelarang nyembah duit... 1 day ago

paling laku

  • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.