Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Pertandingan yang Aneh

Kalau ada pintu waktu, saya akan memberi tahu kalian sejak awal, tidak perlu menyaksikan pertandingan Real Madrid versus AC Milan sejak menit awal. Saya akan bangunkan kalian tepat setengah jam sebelum pertandingan berakhir, karena semua kisah tentang pertandingan tersebut hanyalah berputar sepanjang rentang waktu itu.

Kalian cukup diberitahu komentator, gol pertama Madrid tercipta berkat kelalaian kiper senior Dida menangkap bola tendangan Kaka, eks rekan setimnya. Seperti waktu melawan Leeds United beberapa tahun silam, Dida melakukan kesalahan fatal. Bola muntah dicocor Raul Gonzalez ke dalam gawang melompong. Mungkin televisi membantu kalian dengan menayangkan rekamannya.

Sejak menit 60 ke atas, boleh kalian benar-benar saksikan pertandingan yang sebenarnya. Kelengahan pemain belakang Madrid harus dibayar mahal. Andrea Pirlo mengejutkan lewat tendangan khasnya, disambung Alexandre Pato yang menyusup di celah pertahanan mereka. Keadaan pun berbalik.

Padahal, kenyataannya di babak pertama tidak demikian, kawan.

Leonardo menerapkan formasi 4-3-3, tampaknya dia terinspirasi keberhasilan Sevilla memetik kemenangan 1-0 di La Liga dua pekan silam. Pertahanan Madrid sangat gamang mengantisipasi serangan sayap. Sayangnya, Milan tidak memiliki pemain seperti Jesus Navas dan Diego Perotti, plus Diego Capel, yang bertipe sayap murni. Ronaldinho dan Pato seperti kebingungan menjalani peran di sisi lapangan. Akibatnya, Filippo Inzaghi lebih banyak menganggur. Begitu pula pemain penggantinya, Marco Boriello. [Saya hanya berandai-andai bagaimana kalau Leonardo mempercayakan Klaas-Jan Huntelaar...]

Sebelum menit 60, jangankan peluang bersih ke arah gawang Iker Casillas, Milan tak bisa membuat satupun tendangan penjuru! Hingga menit itu pula, tak ada tanda-tanda Leonardo mengubah taktiknya. Kepercayaan yang indah. Meski sempat disamakan gol Royston Drenthe, yang sudah dua tahun hiatus mencetak gol, Milan memetik kemenangan dua menit saja sebelum akhir pertandingan. Mirip proses gol kedua, Pato menceploskan bola ke dalam gawang Casillas tanpa pengawalan berarti dari bek-bek Madrid. Skor 3-2 bertahan hingga akhir.

Manuel Pellegrini pasti pusing kepala mengatasi kelemahan lini pertahanannya. Sementara, fans Milan… tak usah ditanya. Saya kontan mendapat sandek dari seorang karib. “Tak terbantahkan!!” ucapnya.

Baiklah, selamat Milan!

Filed under: opini , , , , , , ,

2 Responses

  1. Agus Suhanto mengatakan:

    halo,
    senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, tulisan yang bagus :) … salam kenal yee

Leave a Reply