Ah, maafkan saya. Sudah lama kita kenal, tapi belum pernah saya kupas tentang hidup di sekeliling saya. Sekali-kali kita keluar sedikit dari apa yang kita lihat, dengar, dan bicarakan. Mari merasa. Meski sejenak.
Sudah setahun ini saya berdomisili di Cipete Selatan. Bukan, tentu bukan rumah milik sendiri. Ada seorang ibu kosan berusia lanjut dengan dua cucunya. Laki-laki dan perempuan, kakak beradik. Belakangan, si adik lebih sering tinggal di rumah ibunya. Kenapa mereka tinggal bersama sang oma, bukan bersama orangtuanya, itu takkan saya ceritakan di sini. Saya tidak mau melantur.
Keputusan untuk menyewa kamar kos mungkin agak sedikit membingungkan, karena rumah orang tua saya di Bekasi. Tapi, mungkin mereka mengerti meski saya tak pernah bisa gamblang memberikan alasannya. Mudah-mudahan kamu pun mau mengerti.
Patokan untuk kosan saya adalah Salon Itje. Gampang saja. Mungkin mereka yang langganan mengetahui persis lokasinya. Bagi yang baru atau sekali-sekali berkunjung, salon ini salon yang paling ramai. Ada beberapa salon sepanjang jalan Cipete Raya, tapi tak ada yang lebih ramai daripada Salon Itje.
Selalu setia duduk di hadapan salon sebuah ATM Mandiri. Tempat rezeki saya mengalir setiap bulan. Kalau tidak ada ATM Mandiri di dekat sini sudah pasti saya harus selalu berjalan ke arah D’Best, yang terletak di pertigaan jalan Fatmawati Raya. Kasihan saya melihat buku rekening Mandiri karena terlalu panjang terisi. Saya sekarang punya pemecahannya. Saya coba mengambil pecahan lebih besar. Lumayan mujarab. Sekarang frekuensi saya berkurang seminggu sekali.
Langganan makan saya rumah makan Padang di dekat lampu merah pertigaan tadi. Sssttt.. tidak terlalu enak. Saya tidak berani mengajak teman yang asli Minang untuk makan di sana. Saya pun seperti merasa dibohongi karena pelayan mereka bukan asli Minang. Mau apa lagi? Tak ada rumah makan Padang lain yang lebih dekat dicapai dengan jalan kaki.
Kalau sedang bosan, saya makan di warung nasi dekat Alfamart. Ah, nanti saya ceritakan juga soal Alfamart ini. Ingatkan saya, ya. Warung nasi ini menjual menu tongseng kambing. Lumayan sedap. Tapi, sekarang ada saingannya karena ada warung mi Jogja yang menyediakan nasi goreng kambing bumbu kebuli di depan Dapur Sunda. Hmmmmm…
Kalau ingin makan enak, kamu tinggal naik angkot M11 dari depan Salon Itje dan turun sebelum simpang jalan Antasari. Persis di depan pintu masuk Abuba. Tidak sebulan sekali saya makan di sana. Tidak pula dua bulan. Bisa dibilang jarang. Kalau kamu mau ke sana, boleh. Tapi, jangan lupa ajak-ajak saya ya.. Mana enak makan steak sendiri saja, kan?!
Oh ya, kalau kamu masih penasaran dengan alasan saya menyewa kamar kosan (padahal rumah orangtua saya di Bekasi), saya punya satu yang bisa masuk akal. Dulu kantor saya di ruko Fatmawati Mas. Kira-kira 10 menit berjalan kaki. Naik M11 ke arah Fatmawati juga sama saja karena sering macet di lampu merah pertigaan D’Best tadi. Tapi, sekarang kantor itu sudah tutup. Sudah setahun pula saya pindah pekerjaan. Kalau saat ini, pekerjaan saya bisa dilakukan di mana saja karena mengandalkan koneksi internet. Jadi, saya sering mengerjakannya dari kosan saja. Nah, saya makin kehilangan alasan untuk tetap tinggal di sini.
Tapi, tidak. Ternyata Jakarta Selatan membuat saya betah. Di sini… beda. Entah bagaimana melukiskannya. Seperti yang saya bilang tadi, hanya bisa dirasai. Suasananya dan aksesnya, dua jempol. Kalau saya ingin jalan-jalan ke Pondok Indah Mall, ada Metro Mini. Hanya 15 menitan, jika lancar. Saya bisa ke Blok M, Plaza Senayan, atau Plaza Semanggi dengan satu kali naik angkutan umum. Wah!
Saya tidak terlalu khawatir pulang di atas jam 9 malam. Syukurlah masih ada angkutan dari Blok M yang masih beroperasi. Kelaparan? Tidak masalah, ada warung bubur kacang indomie alias BKI di dekat sekolah Prancis yang bisa disambangi. Di sini pula keistimewaan Alfamart yang saya ceritakan tadi. Bukanya 24 jam. Begitu pula dengan Circle K, meski lumayan jauh jaraknya dari kosan saya. Biasanya saya membeli roti dan susu cokelat untuk sarapan di Alfamart.
Jika kamu bertanya, tempat tinggal ideal yang saya inginkan. Saya sudah punya bayangannya dan mudah-mudahan letaknya di selatan Jakarta.
Sekarang saatnya kamu mendengarkan soundtrack. Tapi, mendengar lagu “Selatan Jakarta” dari Dewa 19 dalam hati saja ya…
Filed under: mengalami , Alfamart, angkot M11, ATM Mandiri, Cipete, D'Best, Fatmawati, Jakarta Selatan, Pondok Indah, salon Itje, selatan Jakarta, steak Abuba, tempat tinggal ideal

anjangsana