Got my mind full of you the whole nite. Again.
And I just failed to sleep. Again.
Arrgggghhhhh!
April 22, 2009 • 2:01 am 1
April 7, 2009 • 11:43 am 2
Life.
Such a formed reality.
Fantasy.
Fabricated.
False.
So, I’m living in a lie, as well…
Filed under: cerita , hidup, life, prosa pendek
April 4, 2009 • 3:19 am 2
Saya ingin menjadi lupa.
Padahal lupa adalah sebuah anugerah yang diremehkan dalam hidup. Bukankah agama mengajarkan dosa manusia dapat dimanfaatkan bila lupa? Tapi ternyata manusia tak bisa lupa terus-terusan.
Kalau manusia terus lupa, kapan mereka akan lulus ujian sekolah? Kapan mereka memberi kebahagiaan untuk kedua orangtua? Kenapa mereka terus pulang ke rumah yang sama?
Ingat memang membuat manusia terus belajar, tapi apa manusia akan terus-terusan belajar? Tidak boleh lupa?
Kalau kalian tidak suka lupa, sebut saja lupa itu sebuah penyakit. Dan bikin obatnya sekalian. Paling mujarab, kalau perlu. Mungkin biar semua manusia rajin beribadah. Semua manusia tidak menelantarkan orangtuanya. Biar manusia terus belajar.
Tapi, sekali ini saja, saya ingin menjadi lupa.
Filed under: cerita , lupa, penyakit lupa, prosa pendek
anjangsana