Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

Film Layak Tunggu 2009!

Appaloosa

Berapa banyak manusia Indonesia yang menggemari genre western? Kalau ukurannya perilisan film yang dilakukan sebuah distributor utama negeri ini, tak banyak. Itulah kenapa Seraphim Falls hanya menghuni layar bioskop tak lebih dari seminggu — terlepas dari ceritanya yang memang sok filosofis. Contoh paling digdaya adalah 3:10 To Yuma yang dirilis di sini beberapa bulan setelah rilis di sana — ketika semua orang sudah memiliki DVD bajakannya. Saya ragu apa film ini bisa ditayangkan di Indonesia, terlebih karena jadwal edar di sana sudah sejak Oktober silam. Terpaksa saya menunggu sebulan lagi untuk mencarinya ke Ratu Plaza kalau begitu…

Coba simak sinopsis cerita Appaloosa: dua teman diminta seorang polisi kota kecil yang menderita karena berada di bawah tekanan seorang pemilik ranch berpengaruh. Klasik! Appaloosa diramaikan Jeremy Irons, Ed Harris (juga bertindak sebagai sutradara), dan Viggo Mortensen. Tapi, seperti sebagian fans lain, kenapa harus ada Renee Zellweger?!?

Gran Torino

Yep, it’s all because of opa Clint Eastwood. Tadinya saya tak begitu gemar dengan Eastwood. Kira-kira begini, Dirty Harry bisa bikin film macam apa sih?!? Tapi keapikan Mystic River mengubahnya — meski Million Dollar Baby juga tak terlalu masuk dalam benak saya. Gran Torino berkisah tentang pensiunan Perang Korea yang sudah lanjut usia dalam melawan prasangka rasialnya selama ini. Memang tidak ada kata terlambat untuk segala sesuatu dan cerita tentang seputar prasangka antarmanusia selalu membuat saya tertarik. Jangan lupakan juga karya Eastwood yang lain, Changeling — yang diyakini akan memberikan Oscar ke tangan Angelina Jolie.

Watchmen

Kalau The Dark Knight menjadi “Heat”, Watchmen adalah “Citizen of Kane” for superhero movie. Mungkin saya lebih menyukai film superhero yang dibawakan dengan tone gelap, ketimbang warna-warni megah seperti Spiderman, Iron Man (still like this movie, though) atau… Fantastic Four (gubrak!). Menarik juga melihat Wacthmen bertempur di tengah gempuran Marvel Film yang berambisi menyatukan pahlawan-pahlawannya dalam The Avengers dalam waktu dekat.

Public Enemies

Cukup tiga hal untuk membuatnya menjadi film yang paling saya tunggu tahun ini: Johnny Depp. Christian Bale. Michael Mann. Dan, disempurnakan satu nama lagi: Marion Cotillard! Enuff said!!!

Selain itu, pesona Wall-E masih menyisakan ketertarikan saya terhadap karya Pixar berikutnya. Tapi 2009 ini, saya kok ragu terhadap Up? Memang masih menganimasikan manusia, tapi premis ceritanya sekilas membuatnya lebih baik dibuat dalam versi live-action. Setelah ditinggal istrinya, yang memendam keinginan mengunjungi gunung di sekitar, karena kanker, seorang kakek berusia 78 tahun memutuskan terbang dengan menggunakan balon udara untuk memenuhi impiannya. Dalam perjalanan, sang kakek ditemani cucunya yang berusia 70 tahun lebih muda. Apakah butuh sebuah karya animasi untuk memanusiakan manusia? Saya ragu…Boleh juga kita sebut Defiance. Kapasitas Edward Zwick sebagai pencipta berbagai epik menarik (Glory, Legend of the Falls, Last Samurai, dan terakhir Blood Diamond) tak perlu diragukan lagi. Defiance bercerita tentang upaya penyelamatan tiga bersaudara Yahudi dari kekejaman Nazi di belantara Belarusia. Dalam sebuah teks, konon tiga bersaudara Bielski ini menyelamatkan lebih banyak jiwa ketimbang Oskar Schindler (Liam Neesen, Schindler’s List).

And, yeah, you must mention too about The Curious Case of Benjamin Button. Dalam sebuah majalah film terkemuka, karya David Fincher ini disebut takkan serunyam karya-karya terdahulunya (Fight Club, Seven). Lebih ramah, dan bercerita soal… romans. OMG. Filosofi ceritanya adalah melawan anggapan orang yang tentu sering kita dengar, “Mumpung masih muda, kenapa nggak?!?” Nah, Curious Case melawan premis ini dengan mengisahkan Benjamin Button yang perkembangan tubuhnya berjalan terbalik, dari tua ke muda. Apa yang terjadi kalau begitu? Sebagai pendorong utama untuk menontonnya, konon Curious Case akan menjadi kandidat kuat peraih Oscar tahun ini.

Not expecting much likes of Transformer 2 (Megan Fox dikecualikan), Wolverine, G.I Joe, Angel and Demon, Prince of Persia, Terminator Salvation — all those pop-corns, but still won’t miss some of that for sure.

Atau, sebut pula Valkyrie — jadwal edar yang terus mundur menebalkan sebuah pertanyaan, kenapa pihak distributor di sana tidak percaya diri dengan film ini? Akankah Bryan Singer flop?

Inglorious Basterds — I still enjoy Robert Rodriguez more than QT.

Terakhir, very unexpected movie of 2009: Harry Potter (Harry WHO?!?)…

But better expect the unexpected, guys!

Filed under: opini , , , , , , ,

3 Responses

  1. hanny mengatakan:

    wow, gue suka layout barunya! so clean, so neat, so… platonic :D *liburan, liburan…. NPWP udah kelar?*

  2. acoenk mengatakan:

    hmmmm…. ya ya ya….

  3. yusahrizal mengatakan:

    Saya udah nonton Gran Torino dan Appaloosa. Mengapa harus Renee? Kalau anda sudah nonton Appaloosa, anda akan menemukan bahwa akting terbaik dalam film ini justru mbak Renee.

Leave a Reply