- Switch to Metro TV – the election channel. So, who’s leading on Central Java’s governoral election?
- Throw away newspapers, tabloids, mags, to the trash can. Avoid yourself as much as possible from reading any football news. Er, “football” what?!?
- Be solitaire for a while. Lock yourself into your room, turn your cellphone off, ignore your messages, don’t get connected to internet, never greet any colleagues – especially they Germany fans.
- Finish your delayed duties. Extend your license, do your papers, complete your account closing, take your beloved mother to Pasar Induk, make your promise to your girlfriend.
- Stop playing futsal. Try another less-relatively-competitive-but-not-less-exciting sports, such as biking, jogging, swimming, archery, gaplek, golf, rafting, chess.
- Pack your jersey to your luggage. Keep it in there until next two or four years or may be more… Now, wear back your pyjamas, try to recover your proper bedtime. And take another luggage to…
- …Go on holiday. Wisely suggested to the place where TV is not available. It could be perfect timing to sharpen your fishing skill in Java Sea, even Seribu Island or Karimun Island, for instance.
- Learn yoga. Yoga is peaceful. And keep asking yourself why you should learn yoga to get over Euro (“Euro” what?!?). It will keep your mind distracted from the real issue.
- Since cursing and making excuses only turn yourself into grumpy old men, try talk more often with girls. Explain them how much you do hate football recently. Befriended them watching “Sex and The City: The Movie” and hunting “Jakarta Great Sale”. You’ll be their bestest friend, ever!!!
- Buy yourself self motivational books. “La Tahzan”, anyone? After so, compose yourself 10 Ways to Live Without Worrying Any Despairs…
Juni 24, 2008 • 12:43 pm 3
10 Ways to Get Over Euro’s Disappointment
Juni 22, 2008 • 1:17 pm 0
Sepakbola itu kejam
Ada update terbaru bagi pengguna Yahoo. Fitur MyYahoo diperbaharui dan dibuat sepersonal mungkin dengan penggunanya. Jika kamu log in, kamu akan mendapat satu halaman khusus yang memuat segala fasilitas yang disediakan Yahoo – berita, film, olahraga, surat elektronik. Ada satu kolom kecil di bagian bawah halaman saya, zodiak. Bunyinya:
When everyone’s laughing today, you won’t find things so funny. It may feel like you’re missing out on the joke, but don’t let it unnerve you or weaken your self-confidence. You’re just a bit out of synch with other people right now, mostly because you’ve been so wrapped up in your own plans. It’s going to take you a little bit more time to get back into the swing of things, so be patient with yourself. They aren’t expecting you to be the life of the party — that is, not until you’re ready to be.
Sebagian memercayai zodiak tak lebih sekadar hiburan remeh-temeh semata. Ada pula yang memercayainya bulat-bulat. Kalau saya hari ini, kebetulan persis seperti apa yang saya rasakan.
Belanda kalah 3-1 dari Rusia lewat perpanjangan waktu, subuh tadi.
Ouch!
Saya seperti dibohongi oleh penampilan menjanjikan mereka saat penyisihan grup. Semua harapan yang saya punya dan harapkan untuk terwujud, berantakan. Hilang sudah peluang Belanda untuk menjuarai sebuah turnamen besar sejak 1988. Setelah mengalaminya berturut-turut: 1994, 1996, 1998, 2000, 2004; saya merasa muak. Impian menjadi juara selalu sirna. Dalam sepakbola, menjadi juara adalah segalanya; menjadi juara adalah satu-satunya kebahagiaan sejati. Dan dalam sepakbola, keadilan tidak pernah ada. Tim berpenampilan terbaik sekalipun belum tentu jadi juara.
Kejamnya sepakbola. Haruskah saya berhenti menyukai sepakbola? Saya jadi menemukan alasan kenapa tidak memiliki klub sepakbola favorit hingga kini – karena saya benci kekalahan. Tidur tak pernah enak setelah tim favoritmu kalah. Pikiranmu selalu saja diisi sejuta pertanyaan “apa yang salah”. Pikiranmu selalu saja diisi dengan sejuta kalimat “kalau saja”. Kamu harus mencari-cari sesuatu demi mengalihkan pikiranmu dengan hasil pertandingan itu untuk sementara – mungkin kesenanganmu yang lain. Mungkin juga tidak akan pernah ada, karena satu-satunya kesenangamu adalah sepakbola. Dan, saya takkan bisa menerima kekalahan setiap minggu – setiap liga domestik bergulir.
Dan, Belanda kalah tadi malam. Sebuah fakta yang tak terhindarkan. Harus saya hadapi. Kalau kata zodiak saya tadi, bukan karena “mereka” tidak menginginkan saya, tapi karena saya belum siap jadi bagian dari “mereka”.
Kalau begitu, “mereka” akan saya tunggu dua tahun lagi, empat tahun lagi… Entah sampai kapan…
Juni 18, 2008 • 8:34 pm 2
Pada sebuah kutipan (12)
Juni 10, 2008 • 3:58 am 4
Oranje 3 Italia 0!
Hampir dapat dipastikan, saya tidak akan bisa tidur dinihari ini.
Saya harus meredam ketegangan dan adrenalin yang muncul akibat menanti serta menonton partai Oranje lawan Italia di televisi. Orang bilang ini grup neraka, tapi saya sudah jauh-jauh hari bilang Oranje bakal mampu lolos dari grup ini. Sesumbar. Dan menjelang kick off dinihari tadi, saya memilih bersikap realistis – Arjen Robben yang tampil gemilang dalam partai pemanasan pra-Euro absen karena cedera. Pers Italia memanas-manasi suhu pertandingan dengan menyebut Oranje bak “jangkrik yang rapuh”.
Dan, jangkrik rapuh itu menumbangkan keangkuhan mereka.
Tidak seperti biasanya, Belanda tampil sebagai tim. Tidak ada konflik internal yang biasanya muncul dalam turnamen-turnamen besar yang mereka ikuti. Bakat melimpah di lini penyerangan tidak diimbangi kokohnya lini pertahanan. Bahkan publik Belanda sendiri mempertanyakan ketangguhan bek-bek Oranje menghadapi striker hebat macam Luca Toni. Marco van Basten malah bilang, “Pertahanan terbaik adalah menyerang.” Klise. Sang Maestro Johan Cruyff tidak menyenangi pola kontemporer 4-2-3-1 terapan Van Basten. San Marco jalan terus.
Italia menjadi korban pertama dari kejutan “jangkrik rapuh” Oranje. Tidak pernah disangka-sangka, gol yang mengalahkan tim juara dunia itu lahir dari serangan balik. Strategi sama yang membuahkan gol Robben ke Wales dalam partai pemanasan pra-Euro lalu. Itu berbuah. 3-0 untuk Oranje. Tidak ada yang menyangka. Saya pun tak pernah menyangka.
Saya tahu saya tidak akan bisa tidur dinihari ini. Dulu Italia juga yang membuat saya tidak bisa tidur. Tahun 2000. Untungnya, sekarang kebalikannya. Kalau saya ada di antara fans Oranje di Stade de Suisse, Bern, malam ini – saya belum akan mau pulang. Saya ingin menikmati kemenangan ini dulu.
Now, I want to believe.
Juni 4, 2008 • 12:45 pm 2
Tiga hari lagi!
Tinggal tiga hari lagi dan berkat jasa internet, kamu lebih bisa merasakan demam Euro daripada lewat layar kaca. Percayalah! Televisi kita tak lebih melihat kepentingan komersial ketimbang memompa fanatisme terhadap semangat turnamen itu sendiri. [Bagi saya pribadi, kampanye televisi menjelang Piala Dunia 1994 adalah yang terbaik hingga saat ini]
Oke, lewati topik itu. Sisa tiga hari ini harus betul-betul dimanfaatkan San Marco untuk memilih siapa starting eleven terbaiknya. Lini tengah dan depan, tak masalah. Tampaknya kuartet Ruudtje-Wes-Vaart-Robben akan ditopang duet Orli-Demy. Masalahnya di lini belakang. Jika pos bek kiri untuk Gio dan satu di tengah untuk Johnny, siapa duetnya dan bek kanan yang akan diturunkan? Bouma, Ooijer, Boula [masuk skuad menggantikan Babel di saat terakhir], dan Melchiot adalah alternatif yang dimiliki San Marco. Butuh big man untuk menghentikan laju Luca Toni – lawan pertama Oranje adalah Italia. Sepertinya yang akan diturunkan adalah Bouma di tengah dan Boula di bek kanan yang takkan terlalu sering membantu serangan.
Simpan dulu prediksi siapa yang menang, lebih baik rasakan dulu demam Euro 2008 di situs resminya. Cek juga informasi atau opini seputar Oranje di sini.
Hup hup, Holland!
anjangsana