Dunia Platonis

whatever, wherever, whenever. Free your mind!

The confusion I have every morning

Every morning I look at my clothes wardrobe. Which colour I wear today? Should it be bright or dark? And how does it match with the jeans? And which shoes match them all?

I’m too picky. Yes. But can you see with more choices, more alternatives you had. Well, I’m thinking to add quantity of my wardrobe. May be with more bright colour T-shirts, more jeans, and new pair of shoes. My friend upstairs never complained about his choices in the wardrobe – he has all-black-T-shirts in his.

I’m ridiculous. Yes. Regarding five pairs of socks I have in my wardrobe, it simply means I just wear them everyday to work, so I don’t need to spend more money on making more alternatives. Same thing happened with my other clothes.

May be I’m just never satisfied.

Filed under: mengalami ,

Menjelang 23 nama Oranje untuk Euro 2008

Sebulan silam, saya mencoba meramal susunan pemain yang akan dibawa Marco van Basten ke Euro 2008. Tenggat untuk 23 nama final akan ditunggu UEFA Rabu, 28 Mei, besok. Tapi sampai hari ini paling tidak ada tiga nama dalam prediksi saya yang tergusur dari dalam daftar.

Pertama, Clarence Seedorf. Gelandang kelahiran Suriname ini agaknya masih memendam sakit hati kepada San Marco. Meski namanya masuk dalam daftar 30 nama sementara, Seedorf menelepon van Basten dan menampik tawarannya. Alasannya, karena sang pelatih sering menyia-nyiakan dirinya dalam partai kualifikasi – termasuk saat tak masuk skuad Piala Dunia 2006 lalu. Kehadiran Seedorf tadinya diharapkan sebagai figur pembimbing bagi pemain muda tak berpengalaman dalam skuad, macam Ibrahim Afellay atau Orlando Engelaar, dan membagi pengalamannya kepada Wesley Sneijder dan Rafael van der Vaart. Pendeknya, Seedorf bukanlah pilihan starting line-up van Basten, tapi kalau dia menampik untuk menunjukkan kebesaran hatinya kepada tim, saya cuma bisa bilang, “Go to hell, Seedorf!” Kemapanan di klub Italia, AC Milan, sudah membekukan hatinya. Mundurnya Seedorf membuka peluang pemain lain di luar daftar prediksi saya untuk masuk, selain Engelaar durian tuntuh juga menimpa striker Liverpool, Dirk Kuyt, yang memang sudah bertekad kuat meraih kembali kepercayaan van Basten. Karakter ini yang lebih dibutuhkan Oranje ketimbang melankoli Seedorf.

Nama kedua, Denny Landzaat. Meski tidak tampil meyakinkan untuk klub, tapi nama Landzaat selalu tercantum dalam skuad van Basten selama kualifikasi. Jujur, tidak ada keahlian spesifik yang bisa saya tangkap secara kasat mata untuk gelandang ini – tapi bukankah hampir semua tipikal gelandang tengah Belanda seperti itu: Aaron Winter, Wim Jonk, Jan Wouters, Erwin Koeman, atau Rob Witshcge, tidak terlalu menonjol, tapi langganan tim inti. Satu-satunya alasan adalah van Basten jua lah yang memercayakan Landzaat mencicipi rasanya bermain di turnamen sebesar Piala Dunia. Usai partai persahabatan melawan Ukraina Sabtu kemarin, van Basten mengumumkan pencoretan Landzaat dan kiper FC Twente Sander Boschker. Dari partai persahaban tersebut, van Basten lebih memilih Engelaar untuk menemani Demy de Zeeuw dan Nigel de Jong di posisi gelandang tengah. “Kami puas kalau Engelaar bermain seperti ini,” ucap van Basten. “Dia mengesankan; banyak memainkan bola dan pandai mengambil posisi – sangat positif.”

Nama terakhir yang akan dipilih van Basten dari posisi lini belakang. Diprediksikan van Basten akan memilih antara Andre Ooijer, Mario Melchiot, dan Khalid Boulahrouz. Semua nama itu bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan. Tapi, kalau melihat kondisi fisik terakhir pemain, pilihannya antara Melchiot atau Boulahrouz. Melchiot lebih sering tampil bersama klubnya, Wigan Athletic, musim ini, tapi diterpa cedera menjelang pengujung musim; sedangkan Boulahrouz, jarang bermain di Sevilla karena cedera panjang. Boulahrouz sudah dimainkan selama 28 menit pada partai melawan Ukraina itu, tapi keputusan di tangan van Basten.

Satu yang pasti, berkat kemenangan 3-0 – lewat gol-gol Kuyt, Klaas-Jan Huntelaar, dan Ryan Babel; serta dua assist van der Vaart dan satu dari Giovanni van Brockhorst – Oranje sudah siap menuju Euro 2008. Tunggu mereka, Eropa!

Filed under: opini , ,

In welcoming Bayern Munich, Indonesia should ask for help

One of the world’s biggest football club, Bayern Munich, is in the country for two days trip. They’re about to spend their summer holiday early by having Asian friendly tour after claiming back Bundesliga title earlier this month. It is a great blessing for Indonesian football, or more precisely, for Indonesian mad football fan. It is not everyday you can meet and greet with football stars, like soon-to-be-retired goalkeeper Oliver Kahn, Dutch’s midfielder who refused to be in Marco van Basten’s national team Mark van Bommel, Belgium’s big defender Daniel van Buyten, and relatively unknown names for Indonesian fans, like Toni Kroos and Andreas Ottl. Other big names such as Franck Ribery, Miroslav Klose, Lukas Podolski, Bastian Schweinsteiger, Philip Lahm, Luca Toni are not among the team – they have to get prepare themselves for forthcoming Euro’08. Nevertheless, enthusiasm arise as their coaching clinic at Sumantri Brojonegoro stadium dragged huge attention yesterday afternoon. Thanks for one of national broadcasting syndication which successfully fulfil their promise to bring Bayern here, after doing the same thing with another Bundesliga’s club, Borussia Dortmund, last December.

While Benny Dollo’s men having a rare international friendly match against Bayern this afternoon, it is clear to see that whole country have a great desire to see national football team making its name again in international football. But it also become a potent threat for us, national football fan, because you see, Herr Bayern, what we need is not hopes and dreams; what we need is not a-single-day-less-than-two-hours coaching clinic; all we need is help. I doubt if any world’s big name visit could make a sudden impact bringing our national team back strong again in international football, at least in Southeast Asia region. I doubt a coaching clinic, even from a World Cup champion’s coach, could make a change for this country. We need help. Certainly. Rather than being a place for holiday transit, why don’t you help us developing our children to become a good football player in the future. Doesn’t need to be football stars. We are in condition to realize that youth development structure is necessary for us. We aren’t just numbers for you to do such a thing like “enlarging your brand in Asian market”. We need your help and it would be worthed. Especially when our football supremo apparently can’t help our football – they can’t help themselves, actually.

We’re dying.

Filed under: opini ,

Coffee-holic Anonymous

It’s been three days since my last coffee. I’ve tried to avoid drinking coffee too much because it said that too much coffee could damage your heart. Too much drinking coffee at places such as Starbucks, Brew&Co., Excelso, Coffee Bean, even “kopi tubruk” at my office pantry – although they tasted soooo goooood – could drop you til your last penny. Okay, I’m a bit exaggerated now. But I’m really addicted to drinking coffee, especially when afternoon come, you get stuck to your work and in condition of needing the finest trigger to bring your ideas out of your head. Also when the night comes, it’s even harder for me to resist from coffee’s temptation. Coffee is my best friend spending a damn long lonely night.

 

My name is hawe. I’m a coffee-holic. Hi, everybody!

Filed under: celetuk ,

The idea, er, dream of being settled

Kamu pernah ke WTC Mangga Dua? Selain baju, tas, sepatu yang bisa didapatkan dengan harga grosir dan kalau kamu mau sedikit jerih payah, bisa mendapatkan barang-barang unik, di lantai 3 dan 3A ada bursa mobil baru dan bekas.

Yep, kamu tidak salah baca. Bursa mobil di dalam mal. Teknisnya? Sebagian lahan parkir mal disulap menjadi tempat pamer mobil; lantainya ditegel; langit-langitnya dipasang alat penyalur asap knalpot. Kamu bisa berkeliling mencari-cari mobil yang sesuai dengan minat dan penjualnya siap membantu. Mobil bekasnya mengkilat; siap menunggu calon pembeli. Sebuah Honda New City tahun 2007 berwarna merah marun yang baru berumur 9000 km dilepas dengan kisaran Rp 160 jutaan. Kalau kamu tidak berniat membeli tunai, ada jasa leasing yang bisa membantu. Mereka akan “membelikan” mobil itu untukmu dengan syarat angsuran tertentu kepada pihak leasing setiap bulan dalam waktu yang sudah disepakati. Resikonya, kalau tidak sanggup membayar, kendaraan akan diambil dan semua cicilan hangus.

New City itu masih mulus. “Sembilan puluh sembilan persen orisinil,” cuap penjualnya. Dia tidak bohong. Kamu bisa mengecek kondisi di dalam mobil – pintu mobil tidak pernah dikunci – joknya masih mulus, terawat, tape-nya kinclong… Wah!

Seorang paman pernah bertanya retoris, “Lebih penting mana: rumah atau mobil?” Saat itu keluarga besar sedang berkumpul dan kami sedang mengobrol macam-macam. Itu terjadi entah beberapa tahun lalu – saya masih kuliah saat itu. Lompat ke masa kini, pertanyaan itu masih menjadi pertanyaan retoris. Hm, mungkin sedikit berubah menjadi utopis. Saya lulus kuliah lima tahun lalu yang kini bekerja di sebuah majalah, dan ketika orang lain berpikir menanamkan pendapatannya untuk berinvestasi – dalam bentuk apapun - saya masih bermimpi.

“Rumah atau mobil?” Aaaaggghhhh… Cari “teman cicilannya” dulu deh…

Filed under: mengalami

almanak

Mei 2008
M S S R K J S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

paling laku

  • Tidak ada

kumpulan

tentang saya…