Tentu saja, ada yang berpikiran daftar ini satu bulan terlambat. Tapi, daripada tidak sama sekali, kan?
Inilah sepuluh film yang saya nantikan kehadirannya di muka layar bioskop sepanjang tahun ini. Kebanyakan di antaranya adalah para aktor dan sutradara di baliknya. Entah kenapa, cerita mungkin jadi faktor kesekian bagi saya. Mungkin karena saya lebih mempercayai kredibilitas nama-nama tersebut. Mungkin saya salah besar. Jadi, untuk membuktikannya, saya harus menyaksikan sepuluh judul film ini langsung di layar lebar.
Daftar ini terpaksa tidak menyertakan judul-judul nominator Oscar karena sudah melewati jadwal rilisnya. Beberapa film juga gagal masuk pertimbangan karena faktor kecilnya kemungkinan tayang di bioskop Indonesia, sebutlah misalnya film Inggris Exam atau film Prancis A Prophet. Mudah-mudahan saya salah.
Beberapa film dengan judul besar-besar juga tidak masuk dalam daftar, karena… just not my two cents. Terutama You-Know-Which-Movie-So-Exaggerated-Their-Fans-Wait-Unpatiently-Its-Sixth-Sequel.
Shutter Island
Persona: Leonardo di Caprio, Ben Kingsley, Mark Ruffalo, Michelle Williams, Martin Scorsese (Dir).
Rilis Internasional: 19 Februari
Belum-belum, duet Di Caprio dan Scorsese sudah memaksa penonton untuk menetapkan jadwal pertengahan Februari ini untuk menyaksikan Shutter Island.
Kolaborasi terbaru dua sejoli ini bercerita tentang seorang US Marshall yang ditugasi menyelediki hilangnya seorang pasien Shutter Island Aschecliffe Hospital di Boston dengan setting medio 1950-an. Plot menjanjikan twist dan penuh teka-teki begitu sang US Marshall mencoba memecahkan misteri.
Namun, teka-teki juga mengiringi perilisan film yang ditunda dari akhir 2009 lalu menjadi jadwal seperti sekarang ini.
Alice in Wonderland
Persona: Mia Wasikowska, Anne Hathaway, Helena Bonham Carter, Johnny Depp, Tim Burton (Dir).
Rilis Internasional: 5 Maret
Satu alasan penting menonton film ini adalah: Tim Burton. Bahkan mungkin satu-satunya. Apa jadinya jika dunia ajaib yang dimasuki Alice dipenuhi imajinasi eksentrik Burton?
Soal sinopsis cerita, semua orang yang pernah menikmati buku dongengnya mungkin sudah tidak perlu diberi tahu. Alice tersesat di Dunia Ajaib dan mencari jalan untuk kembali ke rumahnya. Nah, versi Burton, Alice sudah berusia 17 tahun dan kembali ke Dunia Ajaib tanpa ingat pernah menjelajahinya.
Depp bermain sebagai Mad Hatter, sebagaimana halnya kolaborator setia Burton lainnya, Bonham Carter, menjadi Red Queen. Dunia eksentrik yang wajib tonton!
Green Zone
Persona: Matt Damon, Jason Isaacs, Paul Greengrass (Dir).
Rilis Internasional: 12 Maret
Yeah, daripada membikin Bourne seri keempat — sudah di luar koridor novel asli Robert Ludlum — duo Damon-Greengrass memilih sebuah drama di Irak. Tentang seorang ranger yang bertugas mencari senjata pemusnah massal di negara yang pecah oleh invasi Amerika Serikat itu.
Seperti di dunia nyata, senjata tersebut tak kunjung ditemukan. Sang ranger mencium satu petunjuk penting yang dipegang seorang informan dan menemukan sebuah konspirasi di balik semua kejadian.
Invasi Irak dan shaky camera? Wow!
Machete
Persona: Danny Trejo, Jessica Alba, Robert de Niro, Steven Seagal, Lindsay Lohan, Robert Rodriguez & Ethan Maniquis (Co-Dir).
Rilis Internasional: 16 April
Saya berharap Rodriguez mempertahankan jiwa B-Movie dalam Machete, tentu saja diimbuhi sedikit violence dan sex. Hahaha…
Danny Trejo akhirnya mendapatkan peran utama dalam karir panjangnya sebagai aktor kelas B. “They just f**ked with the wrong Mexican”! Ah… full B-action and thrash words guaranteed!
Kick-Ass
Persona: Aaron Johnson, Nic Cage, Christopher Mintz-Plasse, Matthew Vaughn (Dir).
Rilis Internasional: 16 April
Era superhero yang serbamaskulin sudah lewat. Superhero adalah manusia biasa yang mengalami pasang surut emosi. Superhero juga tidak serbabenar, terkadang salah perhitungan.
Kalau superhero itu seorang siswa sekolah menengah yang tidak punya kemampuan superhero sama sekali, pasti lebih banyak kekacauan yang dibuatnya daripada menegakkan kebenaran.
Diangkat dari novel grafis Mark Millar, saya berharap Kick-Ass menjadi salah satu film ringan yang mampu menyentil.
Iron Man 2
Persona: Robert Downey Jr., Gwyneth Paltrow, Don Cheadle, Mickey Rourke, Jon Favreau (Dir).
Rilis Internasional: 7 Mei
Prekuelnya diakhiri dengan jumawa. Di depan konferensi pers, Tony Stark dengan lantang mengatakan, “Aku lah Iron Man!”
Apa lagi yang akan dihadapi sang Iron Man dalam sekuelnya? Seorang megalomaniak asal Rusia dan seorang femme-fatale, yang akan diperankan Mickey Rourke dan Scarlet Johansson.
Dilepas sebagai pembuka film-film musim panas, Iron Man 2 bisa menggawangi box office tahun ini.
Inception
Persona: Leonardo di Caprio, Marion Cotillard, Cillian Murphy, Michael Caine, Christopher Nolan (Dir).
Rilis Internasional: 16 Juli
Mari kembali memasuki dunia kelam Christopher Nolan.
Inception bernilai personal bagi sang sutradara karena untuk pertama kali Nolan bisa bebas mengerjakan proyek asli besutannya setelah “dititipi” berbagai proyek studio.
Dunia setting Inception mengizinkan manusia memasuki mimpi orang lain. Penuh teka-teki bukan? Bagi saya pribadi, nilai plus dari film ini adalah… Marion Cotillard.
The Expendables
Persona: Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren, Mickey Rourke, Bruce Willis, Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone (Aktor/Dir).
Rilis Internasional: 13 Agustus
Aha! Deretan casting-nya saja sudah dipenuhi nama-nama aktor laga yang disenangi masyarakat Indonesia. Wajar jika nantinya The Expendables mudah memancing minat penonton nasional saat rilis kelak.
Hanya, pendekatan apa yang dipakai Sly Stallone? Apakah gaya film-film laga 1980-an yang keras dan penuh gaya? Ataukah sang sutradara ingin merebut hati penonton muda dengan sedikit memberi sentuhan gory, seperti yang dilakukannya kepada Rambo IV?
Stallone harusnya tidak mau kalah dengan Ben Stiller yang berhasil memberikan sudut pandang baru terhadap film laga melalui Tropic Thunder. Penasaran.
Scott Pilgrim vs. The World
Persona: Michael Cera, Mary Elizabeth Winstead, Chris Evans, Edgar Wright (Dir).
Rilis Internasional: 13 Agustus
Michael Cera harus menghindari stereotipe karakter peran yang naif. Scott Pilgrim takkan memberikannya. Namun, kehadiran Edgar Wright di sini membuat saya secara khusus harus memberikan satu tempat dalam daftar.
Tidak hanya film pertamanya di Hollywood, tapi sutradara asal Inggris ini ditantang menerjemahkan gaya unik Shaun of the Dead dan Hot Fuzz ke segmen pasar yang baru. Seharusnya tidak sulit, karena Scott Pilgrim “tinggal” mengadaptasi cerita dari serial novel grafis ternama.
The Green Hornet
Persona: Seth Rogen, Jay Chou, Christoph Waltz, Cameron Diaz, Michel Gondry (Dir).
Rilis Internasional: 22 Desember
Ditulis duo Seth Rogen dan Evan Goldberg, The Green Hornet menjanjikan nuansa komedi yang kental. Ditambah gaya penyutradaraan Michel Gondry yang surealis, The Green Horney menjanjikan perpaduan unik yang asyik.
Seorang pewaris surat kabar berubah menjadi jagoan pembela kebenaran saat malam. Perjuangannya dibantu seorang sidekick yang ahli bela diri. Kisah ini merupakan adaptasi dari serial teve akhir 1960-an dan pernah pula diangkat ke layar lebar pada 1974.
“Apa jadinya superhero tanpa didampingi seorang sidekick? Apa pula jadinya sidekick tanpa seorang superhero?” Rogen menjanjikan sesuatu dalam film penutup tahun ini.
The Expendables
Persona: Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren, Mickey Rourke, Bruce Willis, Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone (Aktor/Dir).
Rilis Internasional: 13 Agustus
Aha! Deretan casting-nya saja sudah dipenuhi nama-nama aktor laga yang disenangi masyarakat Indonesia. Wajar jika nantinya The Expendables mudah memancing minat penonton nasional saat rilis kelak.
Hanya, pendekatan apa yang dipakai Sly Stallone? Apakah gaya film-film laga 1980-an yang keras dan penuh gaya? Ataukah sang sutradara ingin merebut hati penonton muda dengan sedikit memberi sentuhan gory, seperti yang dilakukannya kepada Rambo IV?
Stallone harusnya tidak mau kalah dengan Ben Stiller yang berhasil memberikan sudut pandang baru terhadap film laga melalui Tropic Thunder. Penasaran.
anjangsana