Jelle ten Rouwelaar
Klub: NAC Breda
Tanggal lahir: (24/12/1980)
Caps: (0/0)
Pernah dipanggil ke timnas Belanda karena krisis kiper yang melanda jelang tur Amerika Selatan pertengahan tahun lalu. Ten Rouwelaar tampil menjulang bersama NAC Breda musim 2010/11 ketika sejumlah penampilan cemerlang. Kiper ini hanya absen dua kali untuk NAC di Eredivisie sejak bergabung 2007. Sayangnya, penampilannya cenderung menurun musim ini.
Dirk Marcellis
AZ Alkmaar
(13/4/1988)
(2/0)
Sebelum Gregory van der Wiel “ditemukan”, Marcellis sempat dicoba menjadi bek kanan Oranje dan memperoleh dua caps. Selain sebagai bek kanan, Marcellis juga bisa ditempatkan menjadi bek tengah. Penampilannya sebagai bek tengah pernah mengundang pujian dari Foppe de Haan, yang melatih Belanda U-21. Setelah kehilangan tempat di PSV Eindhoven, Marcellis menjadi andalan baru AZ Alkmaar mulai musim lalu.
Vurnon Anita
Ajax Amsterdam
(4/4/1989)
(3/0)
Pemain Ajax ini keluar masuk Oranje seiring kemampuannya bermain di berbagai posisi. Eksperimen Frank de Boer berhasil dengan memainkan Anita sebagai bek kiri. Padahal, Anita biasanya dimainkan mengawal pos bek kanan. Kini, Anita lebih sering bermain menjadi gelandang bertahan karena belakangan De Boer lebih mempercayai Nicolai Boilesen. Meski bukan pilihan kedua setelah Erik Pieters, Anita dapat menjadi alternatif bek kiri Oranje.
Douglas
FC Twente
(12/1/1988)
(0/0)
Douglas merupakan salah satu pengecualian dalam susunan tim ini karena belum pernah mendapatkan pemanggilan ke skuad Oranje. Bek kelahiran Brasil ini bahkan baru memperoleh paspor Belanda akhir tahun lalu dan harus menunggu hingga Juli untuk dapat dimainkan oleh timnas Belanda. KNVB berupaya meminta dispensasi kepada FIFA agar dapat secepatnya memainkan Douglas sehingga menambah kekuatan lini belakang tim di Euro 2012 kelak.
Ron Vlaar
Feyenoord Rotterdam
(16/2/1985)
(4/0)
Kapten Feyenoord ini merupakan sudah sejak 2005 dipanggil Oranje meski baru tercatat empat kali dimainkan. Dua musim terakhir merupakan periode sulit bagi Vlaar. Pulih dari cedera, Vlaar mendapati Feyenoord dalam kondisi kesulitan finansial. Kondisi itu menyebabkan penampilan Feyenoord tidak stabil. Namun, Vlaar melalui itu semua. Feyenoord mulai membaik dengan penampilan para pemain muda dan seiring dengan itu pula Vlaar memperoleh lagi kepercayaan dari Van Marwijk.
Theo Janssen
Ajax Amsterdam
(27/7/1980)
(5/0)
Peluang Janssen memperkuat Oranje masih terbuka meski pada sebuah kesempatan mulai mempertanyakan sikap Van Marwijk yang kerap mencoretnya dari skuad inti. Penampilan Janssen menyedot perhatian publik Belanda ketika membawa Twente menjuarai Eredivisie musim 2009/10. Penampilan tersebut menurun ketika Janssen pindah ke Ajax karena posisinya sebagai gelandang serang digeser lebih bertahan. Ketika dimainkan lebih melebar, Janssen mulai membaik.
Otman Bakkal
Feyenoord Rotterdam
(27/2/1985)
(1/0)
Bagi publik luar Belanda, Bakkal mungkin lebih dikenal sebagai korban gigitan Luis Suarez akhir 2010. Sebagai pemain, Bakkal terus berjuang memperoleh posisi lebih reguler hingga akhirnya memutuskan pindah ke Feyenoord sebagai pinjaman dari PSV awal musim ini. Bakkal bermain baik, antara lain mencetak gol pada dua laga beruntun, sehingga Feyenoord berencana mempermanenkannya akhir musim.
Siem de Jong
Ajax Amsterdam
(28/1/1989)
(1/0)
“Jari Litmanen baru”. Begitu harapan Frank de Boer pada pemain ini. Beberapa kali De Jong dimainkan sebagai penyerang bayangan seperti halnya legenda sepakbola Finlandia itu. Dengan posisi itu, De Jong mencetak dua gol kemenangan Ajax atas Twente 3-1 untuk menentukan gelar juara musim lalu. Sayangnya, formasi itu tidak secara konsisten dipakai Ajax sehingga De Jong digeser ke gelandang, kalau tidak dicadangkan. Setelah memulai debut saat melawan Ukraina, Agustus 2010, De Jong masih menunggu kesempatan berikutnya berbaju Oranje.
Luuk de Jong
FC Twente
(27/8/1990)
(6/1)
Dalam susunan tim ini, jika tidak ada hambatan, Luuk menjadi kandidat terdepan untuk turut serta ke Euro. Tidak hanya bermain lebih sering dalam setengah tahun belakangan, adik Siem ini juga sudah menyumbang satu gol ketika Belanda mengalahkan Finlandia 2-0, September lalu. Selain sebagai penyerang tengah, Luuk juga bisa bermain sebagai penyerang kedua seperti di Twente. Banyak yang memperkirakan Luuk segera pindah ke salah satu klub besar Eropa.
Roy Beerens
AZ Alkmaar
(22/12/1987)
(2/0)
Kecepatan dan teknik merupakan dua keunggulan yang paling lekat pada Beerens. Keunggulan itu pula yang mendorong AZ untuk merekrutnya dari Heerenveen di awal musim. Reputasi Beerens lebih dikenal di jajaran skuad Jong Oranje dengan beberapa kali menjadi andalan tim, seperti ketika menjuarai Piala Eropa U-21 2006. Lulusan akademi taruna PSV ini memulai debut di timnas saat melawan Ukraina, Agustus 2010.
Derk Boerrigter
Ajax Amsterdam
(16/10/1986)
(0/0)
Debut Boerrigter untuk Oranje tertunda setelah mengalami cedera ketika dipanggil Van Marwijk jelang persiapan ujicoba melawan Swiss dan Jerman, November lalu. Banyak yang berharap Boerrigter tampil di timnas karena sejumlah penampilan cemerlang bersama Ajax. Padahal, Boerrigter masih bermain di divisi satu bersama RKC Waalwijk musim sebelumnya. Di klub lamanya itu, Boerriger menjadi topskor liga. Sayap kidal yang tajam ini dapat menjadi pemain tambahan berguna bagi Oranje di Euro 2012 kelak.
Filed under: opini , Belanda, Bert van Marwijk, Derk Boerrigter, Dirk Marcellis, Douglas, Jelle ten Rouwelaar, Luuk de Jong, oranje, Otman Bakkal, Ron Vlaar, Roy Beerens, sepakbola, Siem de Jong, Theo Janssen, Vurnon Anita
anjangsana